BISNISMARKET.COM - Wilayah Maluku Tenggara Barat diguncang oleh aktivitas seismik pada Minggu pagi (22/3/2026), memicu kewaspadaan dini di kawasan tersebut. Guncangan ini tercatat memiliki kekuatan signifikan yang perlu dianalisis lebih lanjut oleh otoritas terkait.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi sumber utama yang mengumumkan detail mengenai kejadian tektonik ini kepada publik. Informasi tersebut disebarkan melalui kanal komunikasi resmi mereka untuk memastikan transparansi data.
Menurut data awal yang dirilis, kekuatan gempa yang melanda wilayah tersebut mencapai magnitudo 4,4 pada skala Richter. Angka ini menunjukkan adanya pergerakan lempeng yang cukup terasa di permukaan bumi.
Fokus analisis BMKG juga mencakup parameter kedalaman hiposenter gempa yang terjadi di zona tersebut. Parameter ini krusial untuk memahami potensi dampak yang mungkin ditimbulkan oleh getaran tersebut.
Kedalaman episentrum gempa bumi Maluku Tenggara Barat kali ini ditetapkan berada pada kisaran 61 kilometer di bawah permukaan laut. Kedalaman ini mengindikasikan bahwa gempa tersebut merupakan tipe gempa kerak menengah.
Informasi lebih spesifik mengenai waktu kejadian disampaikan oleh BMKG melalui platform media sosial X mereka. Kejadian ini berlangsung saat sebagian besar warga baru memulai aktivitas hari Minggu pagi.
"Gempa terjadi pada Minggu (22/3/2026) pukul 06.03 WIB," demikian disampaikan BMKG melalui akun X resminya. Waktu kejadian ini menunjukkan bahwa guncangan terjadi menjelang matahari terbit.
Lokasi pusat gempa juga telah dipetakan secara akurat oleh BMKG untuk memudahkan pemantauan lebih lanjut. Penentuan lokasi ini sangat penting untuk pemetaan zona risiko di sekitar episentrum.
Lokasi gempa tersebut berada pada koordinat geografis 78 Kilometer Barat Laut dari Maluku Tenggara Barat, sebagaimana tertera dalam rilis resmi BMKG. Jarak ini menunjukkan seberapa jauh episentrum dari daratan utama wilayah tersebut.