BISNISMARKET.COM - Sebuah pergantian skor dramatis terjadi dalam lanjutan babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Cape Verde melawan raksasa Amerika Latin, Argentina. Pertandingan tersebut mencapai klimaksnya saat skor imbang 2-2 tercipta di penghujung waktu tambahan.
Penentu kedudukan krusial ini dicetak oleh bek kanan tim nasional Cape Verde, Sidny Lopes Cabral, melalui sebuah gol yang dinilai spektakuler. Gol tersebut memastikan Cape Verde berhasil menahan gempuran Argentina hingga babak perpanjangan waktu dimulai.
Setelah bola sukses merobek jala gawang Argentina, perhatian publik langsung tertuju pada Cabral bukan hanya karena kontribusinya di lapangan, tetapi juga karena reaksi perayaan gol yang sangat personal dan menyentuh. Ia segera meninggalkan area permainan utama.
Aksi Cabral yang viral kemudian terungkap tujuannya: berlari cepat menuju tribun penonton untuk mencari dan memeluk sosok yang sangat berarti baginya. Sosok tersebut diketahui adalah kekasihnya, Jayley Da Cruz.
Momen reuni yang sarat emosi antara Cabral dan Jayley Da Cruz ini sontak menjadi sorotan utama di tengah gemuruh stadion. Peristiwa ini menunjukkan sisi kemanusiaan di tengah panasnya kompetisi tingkat dunia.
Interaksi emosional tersebut sempat menimbulkan sedikit kegaduhan di area tribun karena banyaknya perhatian yang tertuju pada pasangan tersebut. Petugas keamanan pertandingan harus segera bergerak cepat untuk mengamankan situasi di sekitar lokasi pelukan.
Momen haru tersebut menggambarkan betapa besarnya dukungan emosional yang diterima seorang atlet dari keluarga dan pasangan saat menghadapi tekanan tinggi dalam turnamen sebesar Piala Dunia 2026. Ini menjadi cerita pelengkap dari ketatnya pertandingan tersebut.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, kejadian emosional ini terkonfirmasi terjadi ketika bek kanan Cape Verde berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melawan Argentina pada babak perpanjangan waktu.
"Aksi Cabral ini bertujuan untuk menemui dan memeluk seorang wanita yang kemudian diketahui merupakan kekasihnya, Jayley Da Cruz," sebagaimana dijelaskan dalam narasi awal kejadian tersebut.