BISNISMARKET.COM - Sebuah peristiwa seismik mengguncang wilayah Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Minggu dini hari, memicu kewaspadaan warga setempat. Getaran ini tercatat memiliki kekuatan yang signifikan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera merilis informasi mengenai kejadian alam tersebut melalui kanal komunikasinya. Data awal menunjukkan parameter penting dari gempa yang baru saja terjadi.

Berdasarkan pemantauan resmi, kekuatan gempa tersebut mencapai magnitudo (M) 4,7 pada skala yang digunakan secara internasional. Angka ini mengindikasikan adanya guncangan yang cukup terasa di area terdampak.

Lebih lanjut, BMKG menginformasikan bahwa hiposenter atau pusat kedalaman gempa bumi ini berada pada posisi yang relatif dangkal. Kedalaman fokus gempa tercatat hanya mencapai 4 kilometer di bawah permukaan bumi.

Informasi mengenai waktu kejadian juga telah dikonfirmasi oleh otoritas seismik nasional. "Gempa terjadi pada Minggu (22/3/2026) pukul 02.53 WIB," demikian keterangan yang disampaikan BMKG.

Melalui platform media sosial X, BMKG memberikan detail lokasi episentrum gempa yang mengguncang wilayah tersebut. Lokasi ini penting untuk pemetaan potensi dampak lebih lanjut.

Disebutkan bahwa episentrum gempa tersebut berada pada koordinat geografis yang spesifik. "Gempa berada pada 98 Km Barat Daya Banggaikep Sulteng," demikian bunyi keterangan resmi yang dilansir dari BMKG.

Kondisi gempa dengan kedalaman dangkal seringkali berpotensi menimbulkan guncangan yang lebih kuat di permukaan meskipun magnitudonya tidak terlalu besar. Hal ini menjadi perhatian dalam analisis dampak sekunder.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur atau korban jiwa akibat guncangan yang terjadi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.