BISNISMARKET.COM - Layanan Buy Now Pay Later (BNPL) kini menjadi fenomena yang tak terbantahkan di kalangan masyarakat Indonesia, menawarkan kemudahan bagi konsumen untuk melakukan pembelian dengan opsi pembayaran yang dapat ditunda.
Tren ini secara signifikan menunjukkan bahwa mayoritas pengguna aktif layanan BNPL berasal dari kelompok usia produktif, yaitu mereka yang berusia antara 20 hingga 30 tahun.
Fenomena ini muncul karena fitur pembayaran cicilan tanpa bunga atau dengan bunga rendah yang ditawarkan BNPL sangat menarik bagi kalangan muda yang ingin memenuhi kebutuhan konsumtif mereka.
Kemudahan akses terhadap kredit mikro ini memungkinkan banyak individu untuk membeli barang-barang yang sebelumnya mungkin sulit terjangkau secara tunai, mulai dari gadget hingga kebutuhan gaya hidup lainnya.
Namun, dominasi generasi muda dalam penggunaan BNPL ini mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengamat keuangan terkait potensi risiko kredit yang mungkin dihadapi oleh kelompok usia ini di masa depan.
"Tren ini menunjukkan bahwa pengguna aktif layanan BNPL mayoritas berasal dari kelompok usia produktif, yaitu antara 20 hingga 30 tahun," demikian dilaporkan oleh TREN.BISNISMARKET.COM.
Para ahli mengingatkan bahwa penggunaan BNPL secara berlebihan tanpa manajemen keuangan yang baik dapat menjebak generasi muda dalam siklus utang yang sulit untuk dikendalikan.
Hal ini dikarenakan kemudahan mendapatkan fasilitas kredit dapat mendorong perilaku belanja impulsif, yang apabila tidak diimbangi dengan kemampuan membayar, akan berujung pada penumpukan utang.
Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami implikasi jangka panjang dari penggunaan BNPL dan memastikan bahwa pembayaran dapat dipenuhi sesuai jadwal untuk menghindari dampak negatif pada skor kredit mereka.