BISNISMARKET.COM - Ketegangan Timur Tengah memuncak setelah Iran melancarkan serangan rudal besar-besaran yang menghantam wilayah Israel pada Minggu pagi waktu setempat.
Peringatan dini segera dikeluarkan melalui bunyi sirene serangan udara yang meraung kencang di kawasan utara negara tersebut. Bunyi ini menandakan ancaman langsung dari proyektil yang ditembakkan dari Iran.
Warga sipil di daerah terdampak langsung menerima instruksi mendesak untuk segera meninggalkan aktivitas mereka dan menuju tempat evakuasi terdekat. Prioritas utama adalah keselamatan jiwa di tengah eskalasi militer ini.
Menurut keterangan resmi militer Israel, sistem pertahanan udara mereka telah diaktifkan untuk mencegat ancaman yang datang. Langkah ini dilakukan sebagai respons langsung terhadap peluncuran rudal dari Iran.
"Pihak pertahanan udara telah menanggapi 'rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel'," sebut militer Israel, dilansir AFP, Minggu (8/3/2026).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun kerusakan material signifikan akibat serangan tersebut. Situasi masih terus dipantau secara ketat oleh otoritas terkait.
Bunyi sirine peringatan tersebut dilaporkan terdengar di sebagian besar wilayah Israel bagian utara, termasuk di kota pelabuhan strategis Haifa. Hal ini menimbulkan kekhawatiran luas di kalangan penduduk.
Komando Pertahanan Dalam Negeri militer Israel mengambil alih komando untuk memberikan arahan darurat kepada masyarakat. Instruksi tegas diberikan kepada warga di zona merah untuk segera bertindak cepat.
Komando Pertahanan Dalam Negeri militer memerintahkan penduduk untuk pergi ke tempat perlindungan atau ruang aman terdekat demi menjamin keselamatan mereka, dilansir AFP, Minggu (8/3/2026).