BISNISMARKET.COM - Suasana mencekam menyelimuti Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, pada Jumat (26/3/2026) siang. Sejumlah warga terlihat mendatangi sebuah rumah yang diduga milik pelaku penipuan berkedok investasi bahan pokok.
Kekisruhan ini dipicu oleh kerugian besar yang dialami para korban akibat skema investasi bodong tersebut. Modus yang digunakan pelaku terbilang sederhana namun efektif menjerat banyak orang, yakni menawarkan keuntungan dari investasi sembako.
Investasi bodong yang menjadi sumber kemarahan warga ini secara spesifik dilaporkan melibatkan komoditas kebutuhan pokok seperti minyak goreng dan gula pasir. Hal ini menunjukkan bagaimana penipuan terselubung dalam kebutuhan sehari-hari bisa menimbulkan dampak sosial yang signifikan.
Menanggapi laporan adanya keramaian massa, pihak kepolisian segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Kehadiran aparat diperlukan untuk mencegah eskalasi situasi menjadi tindakan anarkis.
Kapolsek Tenjo, Iptu Hendrik, mengonfirmasi langsung insiden yang terjadi di wilayahnya tersebut. Ia menjelaskan bahwa kedatangannya bertujuan untuk mengendalikan emosi massa yang sudah terlanjur berkumpul.
"Jadi saya dapat informasi ada demo di Puri Tenjo, warga demo geruduk rumah orang," kata Kapolsek Tenjo Iptu Hendrik ketika dimintai konfirmasi.
Lebih lanjut, Iptu Hendrik menegaskan bahwa massa yang berkumpul merupakan para pihak yang merasa dirugikan. "Ketika saya cek ke lokasi ternyata itu warga yang diduga menjadi korban penipuan investasi sembako, minyak goreng dan gula pasir," kata Kapolsek Tenjo Iptu Hendrik ketika dimintai konfirmasi.
Peristiwa yang memicu aksi demonstrasi warga di Puri Tenjo tersebut terjadi tepat pada hari Jumat siang. Tanggal 26 Maret 2026 menjadi catatan hari ketika kemarahan para korban investasi bodong meledak.
Iptu Hendrik bersama jajarannya mengambil peran penting dalam upaya meredam situasi yang rentan ini. Tindakan preventif pengambilan alih situasi menjadi prioritas utama aparat keamanan.