BISNISMARKET.COM - Sebuah video yang memperlihatkan aksi kekerasan berupa pengeroyokan terhadap seorang remaja telah menyebar luas di berbagai platform media sosial. Kejadian memalukan ini dilaporkan terjadi di sebuah kamar hotel yang berlokasi di kawasan Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Peristiwa dugaan tindak pidana penganiayaan ini sontak menarik perhatian publik dan aparat penegak hukum. Menyikapi kegaduhan yang terjadi, pihak kepolisian segera melakukan langkah investigasi dan penelusuran mendalam terhadap kasus tersebut.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak mengonfirmasi bahwa mereka telah berhasil mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Tindakan cepat ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menangani kasus kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur.

"Benar, kami sudah mengamankan tiga pelaku," kata Kapolresta Pontianak, Kombes Endang Tri Purwanto, dilansir dari detikKalimantan pada hari Jumat (27/3/2026). Pernyataan ini sekaligus menjadi konfirmasi resmi pertama dari pihak kepolisian mengenai perkembangan kasus ini.

Namun, proses hukum belum sepenuhnya selesai karena masih terdapat satu orang lagi yang diduga terlibat dan kini menjadi target pencarian petugas kepolisian. Kombes Endang Tri Purwanto juga menambahkan, "Satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran," kutipan ini ia sampaikan saat diwawancarai oleh media.

Pengeroyokan yang terekam dalam video tersebut diduga terjadi di salah satu kamar hotel yang berada di lantai tujuh gedung tersebut. Kejadian spesifik ini dilaporkan telah berlangsung pada hari Selasa, tanggal 24 Maret lalu.

Laporan resmi mengenai insiden kekerasan ini disampaikan langsung oleh pihak keluarga korban kepada pihak kepolisian setempat. Pelapor dalam kasus ini diidentifikasi sebagai Nizam, yang merupakan orang tua dari korban pengeroyokan tersebut.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa total pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan ini berjumlah empat orang. Lebih lanjut, pihak kepolisian juga menekankan bahwa keempat individu yang terlibat dalam aksi ini masih berstatus di bawah umur.

KONTEN: