BISNISMARKET.COM - Warganet di berbagai platform media sosial belakangan ini dihebohkan dengan kemunculan fenomena langit yang menampilkan gradasi warna indah, yang kemudian populer disebut sebagai "awan pelangi." Unggahan foto dan video mengenai pemandangan langka ini segera menarik perhatian publik luas.
Fenomena visual yang memukau ini memicu rasa ingin tahu masyarakat tentang bagaimana proses alamiah tersebut dapat terjadi di atmosfer bumi. Banyak yang bertanya-tanya mengenai mekanisme ilmiah di balik terciptanya spektrum warna pada formasi awan tersebut.
Menanggapi kehebohan di dunia maya ini, seorang akademisi dari lingkungan perguruan tinggi terkemuka memberikan penjelasan ilmiah yang komprehensif. Sosok yang dimintai keterangan adalah dosen dari Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University.
Beliau menegaskan bahwa apa yang dilihat masyarakat sebagai awan pelangi merupakan sebuah fenomena optika atmosfer yang terjadi secara alami. Keindahan visual tersebut bukanlah pertanda khusus, melainkan hasil interaksi fisika antara cahaya matahari dan komponen awan.
Penjelasan rinci mengenai penyebab warna-warni tersebut disampaikan oleh Sonni Setiawan, S.Si., M.Si. Menurut pandangannya, warna-warna cemerlang tersebut tercipta akibat proses interaksi spesifik antara sinar matahari dengan partikel-partikel mikroskopis di dalam awan.
"Iridescent clouds terjadi ketika sinar matahari mengalami difraksi oleh partikel-partikel droplet atau kristal es berukuran sekitar 0,001–0,01 mm di dalam awan,” ujar Sonni Setiawan, S.Si., M.Si.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh beliau melalui keterangan resmi yang dipublikasikan melalui situs web resmi IPB University baru-baru ini. Informasi ini membantu meluruskan spekulasi yang mungkin beredar di kalangan masyarakat umum mengenai fenomena tersebut.
Fenomena yang dikenal secara ilmiah sebagai iridescent clouds ini bergantung pada ukuran partikel awan yang sangat kecil. Partikel ini harus memiliki diameter yang spesifik agar mampu membiaskan cahaya pada sudut yang menghasilkan warna-warni yang kita lihat.
Dikutip dari laman resmi IPB, Sonni Setiawan menjelaskan lebih lanjut bahwa difraksi cahaya oleh droplet atau kristal es dengan ukuran nanometer inilah yang menjadi kunci utama munculnya spektrum warna tersebut. Proses ini menguraikan cahaya putih menjadi warna-warna komponennya.