BISNISMARKET.COM - Suasana kebahagiaan menyelimuti Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, namun dengan nuansa yang sedikit berbeda dari kebanyakan Muslim lainnya. Hal ini disebabkan oleh pelaksanaan Salat Idul Fitri yang dilakukan lebih dulu oleh komunitas tertentu.

Ratusan jemaah yang tergabung dalam Thariqah Syathaariyah tampak memadati kawasan tersebut untuk melaksanakan hari raya mereka. Keunikan ini selalu menarik perhatian publik setiap tahunnya menjelang akhir Ramadan.

Sejak pagi hari, para jemaah sudah mulai berdatangan menuju lokasi utama perayaan. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi untuk mengikuti rangkaian ibadah Idul Fitri bersama.

Tujuan utama kedatangan mereka adalah Masjid Jami' yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Daarul Islaam Liahlissunnah Waljamaah. Masjid ini menjadi pusat kegiatan spiritual komunitas tersebut.

Para jemaah terlihat mempersiapkan diri dengan mengenakan busana terbaik yang mereka miliki. Hal ini mencerminkan penghormatan mendalam terhadap hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.

Setelah tiba, tradisi saling bersalaman dan bermaaf-maafan segera dilakukan di antara sesama jemaah. Momen keakraban ini menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan salat berjemaah dimulai.

Kemudian, mereka bersiap untuk mengikuti salat Id yang dilaksanakan dengan tertib dan khidmat. Keputusan untuk melaksanakan Idul Fitri lebih awal ini didasarkan pada metode perhitungan atau penentuan tanggal yang dianut oleh tarekat mereka.

"Suasana berbeda tampak di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo," menggarisbawahi keunikan momen tersebut, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

"Ratusan jemaah Thariqah Syathaariyah lebih dulu merayakan hari raya Idul Fitri," menegaskan bahwa komunitas ini memang memulai perayaan lebih awal dari penetapan resmi pemerintah, kata seorang pengamat lokal.