BISNISMARKET.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran meningkatkan intensitas operasinya dengan mengerahkan persenjataan mutakhir. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi mengumumkan dimulainya gelombang serangan ke-23 dari "Operasi Janji Sejati 4".
Fokus utama dari gelombang serangan kali ini adalah demonstrasi kekuatan melalui penggunaan sistem rudal generasi baru yang belum pernah diumumkan sebelumnya. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap perkembangan situasi keamanan regional terkini.
Target yang menjadi sasaran dalam operasi lanjutan ini tidak hanya terbatas pada wilayah kedaulatan Israel. Amerika Serikat juga menjadi sorotan utama, dengan pangkalan-pangkalan militer mereka di kawasan tersebut turut menjadi sasaran serangan.
Pernyataan resmi mengenai perkembangan operasi ini dikeluarkan pada hari Jumat (6/3) waktu setempat oleh pihak berwenang Iran. Pengumuman ini mengonfirmasi bahwa eskalasi serangan sedang berlangsung pada hari tersebut.
Operasi gabungan yang dilancarkan ini melibatkan kombinasi serangan udara menggunakan wahana nirawak (drone) yang diikuti oleh peluncuran rudal balistik. Integrasi kedua sistem ini menunjukkan peningkatan kapabilitas serangan Iran.
"Fase terbaru operasi tersebut dilakukan pada hari itu sebagai bagian dari serangan gabungan drone dan rudal," demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Hubungan Masyarakat IRGC dilansir dari berbagai sumber berita.
Lebih lanjut, pihak IRGC memberikan rincian mengenai persenjataan yang digunakan dalam gelombang serangan terbaru ini. Mereka menekankan bahwa teknologi yang dikerahkan bersifat revolusioner.
"Gelombang terbaru melibatkan sistem rudal canggih yang dirancang untuk menyerang banyak target," tegas Kantor Hubungan Masyarakat IRGC dalam rilis resminya.
Penggunaan rudal generasi baru ini mengisyaratkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan presisi dan daya jangkau persenjataan Iran yang kini diarahkan ke jantung kepentingan militer Israel dan AS.