JAKARTA, BISNISMARKET.COM -Nama Endang Yustika kini tengah ramai diperbincangkan di jagat maya. Influencer, kreator konten, dan pebisnis muda ini menjadi sorotan setelah sebuah video yang menampilkan pernyataannya mengenai platform Threads viral dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Dalam video yang beredar luas, Endang Yustika memberikan penilaiannya terhadap Threads, menyebutnya sebagai "tempat paling toksik di muka bumi". Pernyataan ini sontak menimbulkan polemik di kalangan pengguna media sosial.
Endang Yustika dikenal aktif membagikan konten seputar gaya hidup, pengembangan diri, dan personal branding di berbagai platform digital. Ia kerap berbagi pengalaman pribadi, pandangan hidup, serta aktivitas kesehariannya, termasuk topik motivasi dan bisnis, yang membuatnya memiliki basis pengikut yang cukup besar.
Perjalanan karier Endang berkembang seiring popularitas media sosial. Berawal dari kegemarannya membuat konten digital, ia berhasil membangun personal branding sebagai perempuan muda yang mandiri dan aktif berbisnis.
Selain sebagai kreator konten, aktivitas bisnisnya menjadi salah satu sumber penghasilan dan turut mendongkrak popularitasnya. Ia juga kerap diundang dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan diri dan dunia digital, memperkuat citranya sebagai influencer yang inspiratif.
Kontroversi muncul ketika video kritiknya terhadap Threads tersebar. Endang berpendapat bahwa Threads sangat toksik karena dianggapnya hampir semua orang bisa menjadi bahan pembicaraan. Penilaiannya terhadap sebagian pengguna platform tersebut memicu perdebatan.
Respons warganet terbelah. Sebagian menilai Endang terlalu menggeneralisasi pengguna Threads, sementara yang lain menganggap pernyataannya murni opini pribadi.
Kolom komentar di berbagai platform media sosial dipenuhi tanggapan, mulai dari kritik, sindiran, hingga pembahasan isu-isu lain yang pernah dikaitkan dengan Endang.
Situasi ini menjadikan nama Endang masuk dalam daftar topik perbincangan hangat. Berbagai unggahan terkait dirinya bermunculan, mulai dari potongan video pernyataannya, tanggapan kreator konten lain, hingga diskusi mengenai etika berpendapat di media sosial.