TEHERAN, BisnisMarket.com – Setelah sempat menghilang dari publik dan memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatannya yang dilaporkan kritis, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, akhirnya muncul memberikan pernyataan resmi pada Jumat, 10 April 2026.

Dalam kemunculan perdana pasca kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat, Khamenei menegaskan posisi Teheran terhadap dinamika terbaru di Timur Tengah.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah, Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu yang diumumkan pada 8 April lalu bukanlah sebuah kekalahan. Sebaliknya, ia menyebutnya sebagai langkah strategis untuk mengonsolidasikan kekuatan.

"Gencatan senjata ini bukan tanda kelemahan Iran, melainkan pilihan untuk mengonsolidasikan kemenangan. Kami tidak menginginkan perang, namun kami tidak akan melepaskan hak-hak sah kami dalam kondisi apa pun," tegas Khamenei.

Kemunculannya ini sekaligus menepis rumor yang sempat beredar di media Barat dan Israel bahwa sang pemimpin sedang tidak sadarkan diri atau dirawat di Rusia.

Meski gencatan senjata telah disepakati, Khamenei memberikan peringatan keras terkait pengelolaan Selat Hormuz. Ia menyatakan bahwa Iran akan membawa pengelolaan jalur energi vital tersebut ke "tahap baru," yang diprediksi oleh para pengamat sebagai sinyal pengetatan kontrol atau penerapan pajak bagi kapal-kapal asing.

Selain itu, ia menyoroti situasi di Lebanon di mana serangan Israel terhadap Hizbullah masih terus berlangsung. Khamenei memandang "Front Perlawanan" sebagai satu kesatuan dan mendesak rakyat Iran untuk tetap waspada serta terus menyuarakan dukungan di ruang publik guna memengaruhi hasil negosiasi diplomatik yang sedang berjalan.

Pernyataan Khamenei ini muncul di tengah situasi ekonomi global yang fluktuatif. Sejak pengumuman gencatan senjata oleh Presiden AS Donald Trump dua hari lalu, harga minyak dunia sempat turun di bawah $95 per barel. Namun, retorika tegas Khamenei mengenai Selat Hormuz diprediksi akan kembali membuat pelaku pasar waspada terhadap stabilitas pasokan energi global.

Poin Utama Pernyataan Khamenei: