BISNISMARKET.COM - Citra satelit terkini dari Earth Observatory NASA kini menjadi bukti visual yang tidak terbantahkan mengenai seberapa jauh perkembangan fisik yang telah dicapai di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Perkembangan ini terlihat sangat signifikan jika dibandingkan dengan kondisi awal proyek strategis nasional tersebut.
Perubahan dramatis pada bentang alam IKN ini dapat terdeteksi secara jelas melalui komparasi foto yang diambil dalam rentang waktu pembangunan yang relatif singkat, yakni kurang dari dua tahun. Hal ini menunjukkan akselerasi pembangunan yang tinggi di lokasi ibu kota baru Indonesia.
Data visual tersebut diperoleh melalui pemindaian canggih menggunakan sensor Operational Land Imager-2 (OLI-2) yang terpasang pada satelit Landsat 9. Selain itu, data juga dilengkapi dengan hasil pemindaian OLI yang berada pada satelit Landsat 8.
Perbandingan citra satelit tersebut secara gamblang menyoroti peralihan fungsi lahan yang masif di area IKN. Wilayah yang sebelumnya didominasi oleh tutupan vegetasi alami kini telah bertransformasi menjadi zona konstruksi berskala besar.
Transformasi fisik ini merupakan representasi visual dari upaya pemerintah dalam memindahkan pusat pemerintahan ke lokasi yang baru sesuai rencana induk pembangunan IKN. Perubahan ini menjadi sorotan internasional karena kecepatan implementasinya.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, data satelit ini menyediakan perspektif objektif mengenai kemajuan infrastruktur yang sedang digalakkan di Kalimantan Timur saat ini. Hal ini penting untuk pemantauan proyek skala nasional.
"Citra satelit terbaru yang dirilis oleh Earth Observatory NASA telah mengungkap skala transformasi fisik yang terjadi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam kurun waktu kurang dari dua tahun," demikian disebutkan dalam rilis tersebut.
Lebih lanjut, data tersebut secara spesifik menyoroti bagaimana area yang semula hijau kini berubah menjadi zona konstruksi berskala besar, menegaskan intensitas pekerjaan di lapangan. Hal ini diamati melalui perbandingan foto yang diambil pada periode pembangunan awal proyek strategis nasional tersebut.
Perbandingan kondisi lahan ini didapatkan melalui pemindaian sensor Operational Land Imager-2 (OLI-2) dari satelit Landsat 9 dan OLI pada Landsat 8, menunjukkan akurasi tinggi dalam observasi perubahan permukaan bumi.