JAKARTA, BisnisMarket.com - Isu miring menerpa mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terkait dugaan penerimaan dana sebesar Rp1 miliar. Tuduhan ini datang dari pihak yang mengatasnamakan Direktur Maktour dan Ketua Umum sebuah organisasi masyarakat (ormas) keagamaan. Namun, Yaqut dengan tegas membantah kabar tersebut dan menyatakan siap menempuh jalur hukum jika pencemaran nama baik ini terus berlanjut.

Klarifikasi Tegas Sang Menteri

Dalam sebuah kesempatan, eks Menag Yaqut Cholil Qoumas memberikan klarifikasi resmi terkait isu yang beredar. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang sepeser pun dari Direktur Maktour maupun Ketua Umum Kesturi. Bantahan ini disampaikan dengan nada tegas untuk menepis segala bentuk spekulasi dan fitnah yang dapat merusak citra institusi serta pribadi.

"Saya tidak pernah menerima uang dari Direktur Maktour dan Ketum Kesturi. Itu semua bohong," ujar Yaqut dengan nada geram, menegaskan posisinya. Pernyataan ini sekaligus menjadi penanda bahwa Kemenag di bawah kepemimpinannya tidak terlibat dalam praktik-praktik tercela yang dapat merusak kepercayaan publik.

Motif di Balik Tuduhan?

Munculnya tuduhan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai motif di baliknya. Apakah ini merupakan upaya pembunuhan karakter atau ada agenda lain yang tersembunyi? Pihak Kemenag menduga ada pihak-pihak yang sengaja ingin mengadu domba dan menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat, terutama menjelang pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Dilansir dari Kompas.com (31/3), Yaqut menyatakan bahwa tuduhan ini tidak berdasar dan merupakan fitnah belaka. Ia menduga ada pihak yang tidak senang dengan kinerjanya sebagai Menteri Agama dan mencoba menjatuhkannya melalui isu-isu negatif. "Ini fitnah. Saya akan laporkan ke polisi kalau berlanjut," tegasnya.

Peran Maktour dan Kesturi

Penyebutan nama Direktur Maktour dan Ketum Kesturi dalam tuduhan ini tentu menimbulkan tanda tanya. Maktour sendiri dikenal sebagai salah satu Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang memiliki rekam jejak panjang dalam melayani jemaah. Sementara itu, Kesturi merupakan sebuah ormas keagamaan yang memiliki basis massa cukup besar.