JAKARTA, BisnisMarket.com – Nama Eka Tjipta Widjaja mungkin telah menjadi legenda dalam sejarah bisnis Asia Tenggara. Sosok di balik kekaisaran Sinar Mas Group ini merupakan bukti nyata bahwa kemiskinan ekstrem bukanlah penghalang bagi seseorang untuk membangun salah satu imperium bisnis terbesar di dunia.
Lahir di Quanzhou, Tiongkok, pada tahun 1921 dengan nama Oei Ek Tjhong, perjalanan hidup Eka adalah potret ketekunan yang melampaui logika rata-rata orang.
Masa Kecil: Migrasi dan Hutang 150 Dollar
Eka kecil tiba di Makassar, Indonesia, pada usia 9 tahun. Saat itu, keluarganya sangat miskin. Ayahnya harus meminjam uang sebesar 150 Dollar AS dari rentenir untuk membiayai perjalanan laut mereka.
Untuk membantu membayar hutang ayahnya, Eka tidak memilih untuk bermain. Ia putus sekolah setelah lulus SD dan mulai bekerja sebagai pedagang biskuit dan permen keliling menggunakan sepeda tua. Di bawah terik matahari Makassar, ia belajar prinsip dasar bisnis: kepercayaan dan kerja keras.
Mentalitas Pantang Menyerah di Masa Sulit
Ujian terberat datang saat pendudukan Jepang. Bisnis dagangannya hancur total. Namun, Eka tidak menyerah. Ia beralih profesi menjadi penjual kopi, kemudian berjualan barang-barang kelontong, hingga akhirnya berdagang minyak goreng.
Setiap kali usahanya jatuh, ia selalu mencari celah baru. "Bagi saya, tidak ada kata gagal, yang ada hanyalah pelajaran untuk melangkah lebih jauh," adalah filosofi yang sering ia tularkan kepada para penerusnya.
Lahirnya Sinar Mas: Keberanian Mengambil Risiko