JAKARTA, BisnisMarket.com - Bayangkan, tugas meninjau ratusan halaman dokumen kontrak yang butuh berhari-hari kini selesai hanya dalam hitungan jam. Persiapan materi ujian atau penyusunan ringkasan hukum yang rumit, kini bisa dibantu secara sistematis. Itulah kenyataan baru yang dibawa Anthropic, perusahaan pembuat kecerdasan buatan Claude, yang baru saja meluncurkan rangkaian fitur khusus untuk dunia hukum sebagai langkah yang tak hanya memudahkan pekerjaan, tapi juga mengguncang peta persaingan bisnis dan pasar saham dunia.

Dilansir dari Bloomberg Technoz (13/5), Anthropic resmi merilis puluhan alat baru dan plugin yang dirancang khusus bagi pengacara, mahasiswa hukum, hingga seluruh pemangku kepentingan di sektor ini. Salah satu fitur andalan bernama “commercial counsel”, dibangun khusus menangani pekerjaan utama seperti meninjau dokumen perjanjian, menganalisis pasal-pasal, hingga memeriksa kesesuaian aturan. Ada juga alat yang difokuskan membantu persiapan ujian profesi hukum, serta kemampuan terhubung langsung dengan perangkat lunak yang sudah umum dipakai: DocuSign, Thomson Reuters, hingga Harvey yang notabene adalah layanan AI hukum pesaing mereka sendiri.

Langkah ini bukan sekadar penambahan fitur biasa, tapi strategi besar Anthropic untuk mengokohkan posisi di pasar layanan profesional, menyusul kesuksesan serupa di keuangan dan kesehatan. Nilai perusahaan yang kini mencapai US$380 miliar atau setara lebih Rp6.000 triliun, bahkan dikabarkan sedang pertimbangkan pendanaan tambahan di atas US$900 miliar dan berencana melantai di bursa saham tahun ini.

Guncangan Pasar: Saham Anjlok, Ketakutan dan Peluang Baru

Sejak awal peluncuran versi awal fitur ini pada Februari lalu, dampaknya sudah terasa dahsyat. “Langkah tersebut turut memicu anjloknya pasar saham senilai US$1 triliun,” tulis Bloomberg Technoz, menggambarkan betapa besar kekhawatiran investor akan masa depan perusahaan perangkat lunak konvensional. Perusahaan besar seperti Thomson Reuters, penyedia data hukum dan layanan informasi, langsung mengalami penurunan nilai saham cukup tajam, karena pasar khawatir produk-produk mereka perlahan tergantikan kemampuan AI yang lebih cepat, murah, dan lengkap.

Mengapa begitu hebat dampaknya? Karena selama puluhan tahun, bisnis perangkat lunak hukum bertumpu pada model langganan, akses basis data eksklusif, dan layanan analisis mahal. Kini Claude membuktikan: banyak pekerjaan itu bisa dilakukan lebih efisien, terintegrasi, dan lebih murah. Pasar langsung bereaksi karena ini bukan lagi sekadar alat bantu, tapi pesaing nyata yang mengubah struktur biaya dan pendapatan industri.

Namun di balik kekhawatiran itu, ada sisi lain yang sangat menarik. Menurut Mark Pike, Penasihat Hukum Senior Anthropic: “Pengacara menggunakan Claude pada tingkat yang hampir tertinggi dibandingkan profesi lain, kecuali pengembang perangkat lunak.” Bahkan saat perusahaan mengadakan sesi penjelasan cara pakai, lebih dari 20.000 profesional hukum langsung mendaftar. Ini membuktikan: industri hukum bukan menolak, tapi justru sangat haus teknologi ini.

Mengubah Cara Kerja dan Ekonomi Bisnis Hukum

Bagi pengacara dan firma hukum, kehadiran fitur ini adalah terobosan besar dalam efisiensi. Dulu, biaya jasa hukum tinggi sebagian besar karena butuh waktu lama untuk pekerjaan rutin: baca dokumen, cari aturan, susun ringkasan. Sekarang, waktu itu bisa dipangkas hingga 60–70 persen, sehingga pengacara bisa lebih fokus pada strategi, negosiasi, dan hal yang butuh penilaian manusia. Artinya: biaya layanan bisa lebih terjangkau, kapasitas layanan bertambah, dan keuntungan firma bisa naik tanpa menaikkan harga.