BISNISMARKET.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) secara aktif terus memantau perkembangan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menyusul adanya investigasi yang tengah berlangsung di Amerika Serikat (AS). Investigasi ini berfokus pada isu dugaan kecurangan atau fraud dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut.

Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengonfirmasi bahwa BEI telah mengambil langkah-langkah pengawasan yang diperlukan. Salah satu tindakannya adalah melaksanakan sesi dengar pendapat langsung dengan pihak manajemen perseroan pada tanggal 8 April 2026.

Langkah pengawasan ini merupakan respons langsung atas isu yang dihadapi oleh TLKM di pasar modal internasional. BEI juga telah menjalin koordinasi secara intensif dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait status pemantauan tersebut.

"Telah menyampaikan beberapa permintaan penjelasan atas case yang dialami oleh Perseroan serta berkoordinasi dengan OJK," ujar I Gede Nyoman Yetna kepada awak media pada Selasa (12/5/2026).

BEI menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi situasi ini demi menjaga stabilitas pasar. Pihak bursa akan selalu memantau setiap perkembangan kasus yang menimpa TLKM dan siap mengambil tindakan pengawasan lanjutan jika diperlukan.

"Kami juga mengharapkan publik untuk selalu memperhatikan setiap Keterbukaan Informasi yang disampaikan oleh Perseroan atas perkembangan Perseoran," imbuhnya.

Sebagai respons internal terhadap isu tata kelola dan kepatuhan, TLKM telah mengambil langkah struktural. Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 5 Mei 2026, perusahaan membentuk Direktorat Legal & Compliance serta menunjuk Chief Integrity Officer (CIO).

Pembentukan unit baru ini bertujuan untuk memperkuat fungsi hukum, kepatuhan, tata kelola, integritas proses bisnis, serta meningkatkan pengawasan internal perusahaan secara keseluruhan.

Investigasi oleh regulator AS, yaitu Securities and Exchange Commission (SEC), dilaporkan dimulai sejak Oktober 2023. Awalnya, fokusnya adalah proyek BAKTI Kominfo, namun kemudian meluas hingga mencakup isu akuntansi dan aspek pengungkapan laporan keuangan.