BISNISMARKET.COM - Sebuah tuduhan serius dilayangkan oleh organisasi hak asasi manusia internasional terhadap tindakan militer Israel dalam konflik yang terjadi di Lebanon selatan pekan lalu. Tuduhan ini berpusat pada dugaan penggunaan amunisi yang memiliki dampak kemanusiaan tinggi.

Human Rights Watch (HRW) secara spesifik menuding Israel telah menggunakan amunisi fosfor putih saat melancarkan serangan ke area pemukiman penduduk. Kejadian ini dilaporkan terjadi di sebuah kota yang terletak di bagian selatan Lebanon.

Menurut temuan awal kelompok berbasis di New York tersebut, serangan yang melibatkan penggunaan fosfor putih ini menyasar langsung area perumahan warga sipil. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar mengenai kepatuhan terhadap hukum perang internasional.

"Militer Israel secara tidak sah menggunakan amunisi fosfor putih yang ditembakkan artileri di atas rumah-rumah pada tanggal 3 Maret 2026, di kota Yohmor, Lebanon selatan," kata kelompok hak asasi manusia yang berbasis di New York itu dalam sebuah laporan, dilansir kantor berita AFP, Senin (9/3/2026).

HRW mengklaim bahwa mereka telah melakukan verifikasi mendalam terhadap bukti-bukti visual yang beredar terkait insiden tersebut. Proses verifikasi ini melibatkan pengecekan lokasi geografis dari berbagai rekaman yang ada.

Lebih lanjut, organisasi tersebut menyatakan bahwa mereka berhasil mengidentifikasi dan mengonfirmasi tujuh gambar spesifik yang relevan dengan dugaan penggunaan senjata tersebut. Gambar-gambar ini menjadi dasar kuat bagi investigasi mereka.

"Mereka memverifikasi dan melakukan geolokasi tujuh gambar yang menunjukkan amunisi fosfor putih yang ditembakkan di udara di atas permukiman penduduk kota dan petugas pertahanan sipil yang menanggapi kebakaran di setidaknya dua rumah dan satu mobil di daerah tersebut," tambah HRW.

Bukti visual tersebut menunjukkan fosfor putih yang ditembakkan ke udara di atas area padat penduduk. Selain itu, terlihat pula respons dari petugas pertahanan sipil yang berupaya memadamkan api.

Petugas pemadam kebakaran dilaporkan menangani kebakaran yang terjadi di minimal dua unit rumah dan juga sebuah kendaraan pribadi akibat dampak serangan tersebut. Kejadian ini memperkuat narasi mengenai dampak langsung terhadap properti sipil.