BISNISMARKET.COM - Fenomena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU swasta semakin menjadi sorotan publik. Selain Pertamina, sejumlah SPBU swasta yang beroperasi di Indonesia juga menghadapi masalah stok BBM, yang memicu keresahan di kalangan konsumen. Sejak akhir Agustus 2025, banyak pengendara yang mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar, terutama jenis bensin, karena stok di SPBU swasta kerap kosong.
Kondisi ini tidak hanya terjadi di satu lokasi. Di kawasan Jalan Raya Siliwangi, Pancoranmas, Kota Depok, misalnya, SPBU swasta hanya menyediakan diesel, sementara bensin habis. Akibatnya, pemilik kendaraan bermesin bensin harus berpindah ke SPBU lain atau kembali ke Pertamina.
Situasi serupa juga terlihat di Jalan Boulevard Jilodong, Depok, di mana SPBU swasta tampak sepi karena masyarakat memilih alternatif lain demi memastikan kendaraannya tetap bisa beroperasi.
Selain Shell, beberapa SPBU swasta lain juga menghadapi kelangkaan BBM. Berikut rinciannya:
1. Shell (SPBU berlogo kerang kuning)
Hadir di Indonesia sejak 2005, Shell menawarkan empat jenis bahan bakar. Meski dikenal dengan kualitas BBM yang lebih baik dan kendaraan lebih irit, SPBU ini kini kerap kehabisan stok, terutama di wilayah Jabodetabek.
2. Vivo (PT Vivo Energi Indonesia)
SPBU ini pertama kali hadir di Cipayung pada 2017. Konsumen yang terbiasa menggunakan Vivo kini harus mencari alternatif lain akibat keterbatasan pasokan BBM, terutama pada saat jam sibuk.
3. BPAKR (British Petroleum + PT AKR Corporindo Tbk)
Merupakan SPBU gabungan dari perusahaan Inggris dan Indonesia. Stok BBM di beberapa lokasi juga mengalami penurunan drastis. Konsumen mengaku sering harus mengunjungi beberapa SPBU sebelum mendapatkan BBM yang dibutuhkan.
4. Exon Mobil
SPBU mini yang pertama kali buka pada 2019 ini dijalankan oleh grup lokal. Meskipun relatif baru, Exon Mobil kini ikut terdampak kelangkaan BBM, membuat konsumen kecewa karena jarak lokasi yang cukup jauh dari alternatif SPBU lain.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadal, menegaskan pemerintah telah memberikan kuota impor BBM sebesar 110 persen bagi SPBU swasta dibandingkan tahun 2024. Upaya ini dilakukan agar pasokan BBM tetap terjaga. Meski begitu, kelangkaan masih terjadi di beberapa lokasi, yang membuat masyarakat mempertanyakan efektivitas kebijakan tersebut.
Bahlil juga menyebut SPBU swasta bisa melakukan kolaborasi dengan Pertamina terkait pengadaan stok BBM. Pemerintah bahkan telah membentuk tim khusus untuk menangani kelangkaan ini dan memantau ketersediaan BBM di seluruh SPBU swasta.