JAKARTA, BisnisMarket.com - Pernahkah Anda merasa cemas membayangkan kedaulatan negeri ini terancam? Sebuah survei terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) baru-baru ini mengungkap fakta yang cukup mengejutkan dan patut menjadi perhatian kita semua. Bayangkan saja, lebih dari 90 persen rakyat Indonesia mengaku merasa khawatir akan potensi serangan dari negara lain. Angka ini tentu saja bukan angka yang bisa dianggap remeh, melainkan sebuah alarm yang membunyikan tanda bahaya bagi kita sebagai bangsa.
Alarm Kemerdekaan: Mayoritas Rakyat Merasa Terancam
Dalam survei bertajuk “Evaluasi dan Komitmen Publik Terhadap Pancasila” yang dirilis pada Minggu (12/4/2026) dilansir dari Kompas.com, Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, memaparkan temuan yang menggetarkan. Survei LSI menunjukkan sebanyak 90,1 persen responden menyatakan kekhawatiran mereka terhadap potensi ancaman atau serangan dari negara lain terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Angka ini terbagi lagi menjadi 46,9 persen yang menyatakan "sangat khawatir" dan 43,2 persen lainnya merasa "cukup khawatir". Di sisi lain, hanya sebagian kecil yang merasa lega, yakni 7,6 persen mengaku tidak khawatir, 1 persen sama sekali tidak khawatir, dan 1,2 persen lainnya tidak tahu atau tidak menjawab.
Bukan Hanya Ancaman Luar, Perpecahan Bangsa Juga Jadi Momok
Menariknya, kekhawatiran terhadap ancaman dari luar negeri ini ternyata sejalan dengan kekhawatiran lain yang tak kalah penting. Survei yang sama juga mengungkap bahwa sebanyak 90,3 persen responden mengaku khawatir terhadap potensi perpecahan bangsa. Rinciannya, 46,9 persen sangat khawatir dengan perpecahan, sementara 43,4 persen cukup khawatir. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tidak hanya waspada terhadap ancaman eksternal, tetapi juga sangat peduli terhadap keutuhan internal bangsa. Bukti nyata lainnya adalah 77,9 persen responden tidak mendukung jika ada daerah di Indonesia yang ingin memisahkan diri menjadi negara sendiri.
Metodologi yang Kredibel: Mengapa Kita Harus Percaya?
Tentu saja, muncul pertanyaan, seberapa akurat survei ini? LSI menjelaskan bahwa survei nasional ini dilakukan pada 4 hingga 12 Maret 2026, melibatkan 2.020 responden yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah memiliki hak pilih. Metode multistage random sampling digunakan untuk memastikan representasi yang luas, dengan margin of error kurang lebih 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Para responden diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara terlatih, dan kualitas data dijaga ketat melalui pengawasan acak. Dengan metodologi yang teruji ini, hasil survei LSI patut menjadi cerminan kekhawatiran masyarakat Indonesia.
Menjaga Kedaulatan: Tanggung Jawab Siapa?
Temuan survei ini sejatinya bukan sekadar angka statistik, melainkan sebuah panggilan untuk bertindak. Kekhawatiran 90,1 persen rakyat Indonesia terhadap potensi serangan negara lain harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah dan seluruh elemen bangsa. Seberapa siapkah infrastruktur pertahanan kita? Bagaimana strategi diplomasi kita dalam menjaga hubungan baik dengan negara lain? Dan yang tak kalah penting, bagaimana kita memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di dalam negeri agar tidak mudah terpecah belah?