BISNIS MARKET - Di jagat media sosial, sering kali muncul narasi yang menyebutkan bahwa manusia zaman dahulu memiliki ukuran tubuh raksasa. Salah satu klaim yang paling populer adalah sosok Nabi Musa AS yang disebut-sebut memiliki tinggi mencapai 15 meter atau setara dengan tinggi gedung berlantai lima.

Namun, benarkah klaim tersebut secara ilmiah dan berdasarkan teks suci? Ataukah ini sekadar misinformasi yang terus diproduksi? Mari kita bedah faktanya.

Asal-usul Angka "Raksasa"

Klaim mengenai tinggi 15 meter ini diduga kuat berasal dari percampuran informasi (sinkretisme) antara riwayat satu nabi dengan nabi lainnya. Dalam tradisi Islam, satu-satunya manusia yang secara eksplisit disebut memiliki ukuran raksasa adalah Nabi Adam AS.

Berdasarkan Hadits Shahih Bukhari, Nabi Adam diciptakan dengan tinggi 60 hasta (sekitar 30 meter). Namun, hadits yang sama juga menegaskan bahwa setelah masa Nabi Adam, tinggi badan manusia terus menyusut (tadhau'ul) hingga mencapai ukuran manusia normal seperti sekarang.

Deskripsi Fisik Nabi Musa: Kuat, Tapi Manusiawi

Alih-alih digambarkan sebagai raksasa, sumber-sumber otoritatif justru memberikan deskripsi yang sangat spesifik mengenai fisik Nabi Musa. Saat peristiwa Isra Mi'raj, Nabi Muhammad SAW melihat Nabi Musa dan menggambarkannya secara mendetail:

"Beliau adalah pria berkulit cokelat, berpostur tinggi, dan berambut keriting." (HR. Bukhari & Muslim).

Kata "tinggi" dalam catatan sejarah ini merujuk pada postur jangkung dan atletis, mirip dengan pria dari suku Shanu'ah di Yaman, bukan tinggi yang di luar nalar biologis. Dalam Al-Qur'an pun, kekuatan fisik Nabi Musa digambarkan saat beliau mampu mengangkat batu besar sendirian, namun tetap dalam konteks manusia yang sangat kuat, bukan makhluk raksasa.