BISNISMARKET.COM - Komedian senior Nunung hingga kini masih dibayangi oleh perasaan penyesalan yang mendalam terkait kepergian ibunda tercinta, Djuwarti. Perasaan bersalah ini terus membekas dalam dirinya sejak sang ibu menghembuskan napas terakhirnya.

Peristiwa duka tersebut terjadi pada tanggal 19 April 2020 di Solo, sebuah masa yang sangat sulit bagi Nunung dan suaminya. Momen perpisahan itu bertepatan dengan situasi pelik yang sedang mereka hadapi bersama.

Saat ibunda meninggal dunia, Nunung dan suaminya tengah menjalani proses rehabilitasi narkoba. Mereka ditempatkan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) yang berlokasi di Cibubur, Jakarta Timur.

Meskipun situasi rehabilitasi yang sedang dijalaninya sempat memberinya izin untuk pulang sebentar ke Solo, pengalaman itu meninggalkan dampak psikologis yang signifikan. Hal ini menjadi sumber dari rasa bersalah yang belum terselesaikan.

Kondisi ketidakberdayaan yang ia rasakan pada saat itu menjadi salah satu pemicu utama rasa bersalah tersebut. Nunung merasa ada hal yang belum sempat ia tunaikan atau perbaiki sebelum sang ibu berpulang.

Rasa bersalah yang mendalam ini berujung pada keengganan Nunung untuk melakukan ziarah ke makam mendiang ibunya hingga saat ini. Beban emosional tersebut masih sangat terasa kuat dalam dirinya.

Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, komedian senior Nunung masih menyimpan beban penyesalan yang mendalam terhadap mendiang ibunya, Djuwarti. Rasa bersalah ini terus menghantui Nunung sejak sang ibu berpulang pada tanggal 19 April 2020 di Solo.

Dilansir dari sumber yang sama, peristiwa duka tersebut terjadi pada waktu yang sangat sulit bagi Nunung dan suaminya, karena saat itu keduanya sedang menjalani proses rehabilitasi narkoba di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) yang berlokasi di Cibubur, Jakarta Timur.

Lebih lanjut, Nunung mengungkapkan bahwa meskipun sempat mendapatkan izin untuk pulang ke Solo di tengah masa rehabilitasinya, momen tersebut meninggalkan jejak penyesalan yang kuat baginya. Hal ini disebabkan oleh kondisi ketidakberdayaannya saat itu yang membuatnya merasa bersalah hingga kini.