BISNISMARKET.COM - Gelombang panas yang melanda benua Eropa kembali memunculkan suhu ekstrem di berbagai wilayah, salah satunya di kota Barcelona, Spanyol. Fenomena cuaca ini memberikan dampak signifikan terhadap kondisi udara di kawasan tersebut.

Pada hari Rabu, 8 Juli 2026, Barcelona mencatat sebuah tonggak sejarah baru dalam pengukuran suhu udara. Suhu tertinggi yang pernah tercatat dalam kurun waktu 112 tahun terakhir berhasil dipecahkan, menandakan puncak dari gelombang panas yang sedang berlangsung.

Informasi mengenai rekor suhu udara terbaru ini dikonfirmasi oleh Badan pemantau cuaca di Catalonia, Meteocat. Pencatatan dilakukan di Observatorium Fabra, sebuah institusi yang telah lama memantau kondisi atmosfer.

Suhu yang tercatat mencapai angka yang mengkhawatirkan, yaitu 40,5 derajat Celcius. Angka ini secara signifikan melampaui rekor suhu tertinggi sebelumnya yang pernah terjadi.

Rekor suhu sebelumnya tercatat pada tanggal 30 Juli 2024, dengan angka 40 derajat Celsius. Perbedaan 0,5 derajat Celcius ini menjadi penanda penting dalam sejarah iklim kota tersebut.

"Suhu yang tercatat di Observatorium Fabra mencapai 40,5 derajat Celcius," demikian konfirmasi dari Meteocat. Pernyataan ini menegaskan rekor suhu yang baru saja terpecahkan.

Peristiwa ini merupakan bagian dari dampak gelombang panas yang sedang melanda Eropa secara luas. Suhu ekstrem di Barcelona mencerminkan intensitas fenomena cuaca tersebut di wilayah selatan benua biru.

"Suhu 40,5 derajat Celcius ini berhasil melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada 30 Juli 2024, yaitu 40 derajat Celsius," demikian keterangan resmi yang dirilis oleh badan pemantau cuaca.

Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, perkembangan suhu di Barcelona ini menjadi perhatian serius terkait dampak perubahan iklim dan potensi risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh suhu ekstrem.