BISNISMARKET.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan yang patut diperhitungkan pada penutupan perdagangan hari Senin, 13 Juli 2026. Kinerja positif ini menjadi sorotan utama di pasar modal Indonesia.
Kenaikan signifikan IHSG ini sebagian besar ditopang oleh performa impresif dari jajaran saham perbankan dengan kapitalisasi pasar yang besar. Sektor ini menunjukkan geliat yang cukup kuat, bahkan melesat lebih dari dua persen.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI tampil sebagai motor penggerak utama di balik penguatan IHSG. Saham bank BUMN ini mencatatkan kenaikan nilai yang substansial.
Saham BMRI ditutup pada level harga 4.250, menggarisbawahi performa solidnya di pasar. Kenaikan ini memberikan kontribusi yang paling besar terhadap pergerakan positif IHSG.
Secara spesifik, kinerja saham Bank Mandiri menyumbang sebesar 13,88 poin terhadap penguatan total IHSG pada hari tersebut. Angka ini menunjukkan dominasi BMRI dalam pergerakan indeks.
Keputusan terbaru dari lembaga pemeringkat global, S&P Global Ratings, diduga turut memberikan sentimen positif bagi pasar. Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor yang memicu optimisme di kalangan investor.
"Penguatan ini sebagian besar didorong oleh kinerja impresif saham-saham bank berkapitalisasi besar yang melesat lebih dari 2%," ujar seorang analis pasar modal yang enggan disebutkan namanya.
"PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan mencapai 4,17%, ditutup pada level 4.250," kata analis tersebut merujuk pada data penutupan perdagangan.
"Performa BMRI berkontribusi paling besar terhadap kenaikan IHSG, menyumbang 13,88 poin," tambah analis tersebut mengutip data kontribusi saham.