BISNISMARKET.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil menunjukkan performa keuangan yang solid pada kuartal pertama tahun 2026. Kinerja ini dicapai meskipun kondisi perekonomian nasional masih menghadapi sejumlah dinamika yang cukup menantang.
Kinerja impresif ini ditunjukkan oleh pertumbuhan signifikan pada berbagai indikator utama perbankan perseroan. Hal ini mengindikasikan ketahanan fundamental BRI dalam menghadapi berbagai gejolak ekonomi yang terjadi.
Per akhir Maret 2026, total aset BRI tercatat tumbuh sebesar 7,2% secara tahunan (year-on-year/yoy). Total aset tersebut berhasil menyentuh angka yang sangat signifikan, yaitu mencapai Rp2.250 triliun.
Selain pertumbuhan aset, sektor penyaluran kredit juga menunjukkan peningkatan yang kuat selama periode yang sama. Penyaluran kredit BRI pada kuartal I-2026 tumbuh sebesar 13,7% (yoy), mencapai total Rp1.562 triliun.
Dampak positif dari pertumbuhan aset dan kredit ini langsung tercermin pada perolehan laba bersih perseroan. BRI berhasil membukukan laba bersih yang substansial sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026.
Laba bersih yang berhasil dicapai oleh BRI pada kuartal I-2026 terkonfirmasi mencapai angka sebesar Rp15,5 Triliun. Angka ini menjadi penanda keberhasilan strategi manajemen dalam menjaga profitabilitas.
Informasi lebih rinci mengenai pencapaian keuangan ini akan disajikan lebih lanjut dalam program berita khusus. Hal ini diumumkan melalui Breaking News yang dijadwalkan tayang pada hari Kamis, 30 April 2026.
Dilansir dari CNBC Indonesia, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menggarisbawahi capaian solid ini. "PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Hery Gunardi mencatatkan kinerja solid di tengah dinamika ekonomi yang menantang sepanjang kuartal I-2026," ujar Hery Gunardi.
Dikutip dari CNBC Indonesia, pertumbuhan aset dan kredit ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan perseroan. "Tercatat, total aset BRI tumbuh 7,2% (yoy) menjadi sebesar Rp2.250 triliun pada akhir Maret 2026 dengan penyaluran kredit mencapai Rp1.562 triliun atau tumbuh 13,7% (yoy) dengan laba bersih Rp 15,5 Triliun," kata beliau.