BISNIS MARKET - Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak beberapa hari terakhir kembali menunjukkan dampak serius. 

Berdasarkan laporan terbaru dari Polda Sumatera Utara dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jumlah korban tewas kini mencapai 37 orang.

Kabupaten Tapanuli Selatan menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak, yakni 17 orang. Menyusul kemudian Kota Sibolga dengan 8 korban, Tapanuli Tengah 4 korban, Humbang Hasundutan 4 korban, Pakpak Bharat 2 korban, dan Nias Selatan 1 korban. BPBD Padangsidimpuan pun melaporkan satu korban jiwa di wilayahnya.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, mengungkapkan bahwa selain puluhan korban tewas, terdapat 52 warga yang masih dalam pencarian. Sementara itu, 1.168 warga lainnya terpaksa mengungsi ke berbagai titik aman.

Bencana tersebut tidak hanya terjadi di satu wilayah. Sejumlah daerah lain seperti Mandailing Natal, Langkat, Deli Serdang, hingga Kota Medan turut mengalami dampak banjir dan longsor. 

Kondisi hujan yang terus turun dan akses yang terputus membuat pendataan di lapangan menjadi terkendala.

Ada 1.030 Personel Gabungan Dikerahkan

Dalam upaya mempercepat penanganan bencana, Polda Sumut menurunkan 1.030 personel gabungan dari berbagai satuan, mulai dari Satwil, Dit Samapta, Sat Brimob, Bid TIK, hingga Biddokkes. Langkah ini dilakukan untuk membantu proses evakuasi, pencarian, serta pendistribusian bantuan kepada para korban.

Ferry menegaskan bahwa data yang disampaikan saat ini masih bersifat sementara. Banyak wilayah belum dapat memberikan laporan lengkap karena hujan deras terus mengguyur dan akses menuju lokasi bencana masih banyak yang terhambat.