BISNISMARKET.COM - Kondisi cuaca ekstrem mendadak menyelimuti sebagian besar wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada hari kejadian. Peristiwa ini ditandai dengan intensitas hujan yang sangat deras disertai hembusan angin kencang yang cukup merusak.
Dampak dari fenomena alam tersebut langsung terasa oleh masyarakat setempat, khususnya pada sektor permukiman warga. Tercatat bahwa puluhan unit rumah mengalami kerusakan akibat terjangan angin yang sangat kuat tersebut.
Kerusakan properti ini terkonsentrasi di dua wilayah administratif, yaitu Kecamatan Purwadadi dan Kecamatan Cisaga. Data awal menunjukkan bahwa skala kerusakan bervariasi dari ringan hingga sedang di beberapa titik.
Fokus utama kerusakan terjadi di Kecamatan Purwadadi, yang mencakup empat desa berbeda. Kejadian ini menunjukkan betapa luasnya sebaran dampak angin kencang di wilayah tersebut meskipun dalam satu kecamatan.
Secara rinci, di Desa Bantardawa, tercatat sebanyak 25 rumah mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi dari seluruh wilayah terdampak di Ciamis.
Sementara itu, Desa Pasirlawang menyusul dengan catatan kerusakan yang cukup signifikan, yaitu menimpa 28 unit rumah warga. Jumlah ini menunjukkan bahwa desa tersebut menerima dampak paling parah di antara desa lain yang terdata.
Selain itu, Desa Purwajaya dan Desa Sidarahayu di kecamatan yang sama juga turut merasakan dampaknya. Masing-masing desa tersebut melaporkan kerusakan pada 12 rumah dan 15 rumah warga, dilansir dari laporan awal BPBD setempat.
Kecamatan Cisaga juga tidak luput dari amukan cuaca buruk tersebut, meskipun skala kerusakannya lebih kecil. Hanya dua rumah warga di Desa Mekarmukti yang dilaporkan mengalami dampak dari angin kencang yang melanda.
Para pejabat setempat kini tengah melakukan pendataan ulang dan memprioritaskan bantuan logistik bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah. Upaya pemulihan infrastruktur diharapkan segera dilakukan untuk memastikan warga bisa kembali beraktivitas normal.