BISNISMARKET.COM - Sebuah kapal tanker minyak Rusia yang berada di bawah ancaman sanksi Amerika Serikat dijadwalkan akan merapat di Kuba pada hari Selasa, 31 Maret 2026. Kedatangan ini sangat dinantikan karena Kuba saat ini sedang menghadapi blokade bahan bakar de facto yang diberlakukan oleh Washington.

Pengiriman minyak mentah ini diproyeksikan akan memberikan sedikit kelegaan sementara bagi sistem kelistrikan dan ekonomi Kuba yang tengah tertekan parah akibat kekurangan energi.

Menurut data pelacakan dari MarineTraffic, kapal tanker bernama Anatoly Kolodkin membawa muatan sekitar 730.000 barel minyak mentah. Kapal tersebut terdeteksi berada di lepas ujung timur Kuba pada hari Minggu, bergerak dengan kecepatan 12 knot.

Perkiraan waktu kedatangan kapal di pelabuhan barat Matanzas mengalami sedikit penundaan, dari yang sebelumnya diperkirakan pada Senin menjadi Selasa. Jika jadwal ini terpenuhi, ini akan menjadi pasokan minyak pertama Kuba sejak Januari lalu.

Kondisi ini terjadi setelah Kuba, yang dipimpin oleh pemerintahan komunis, kehilangan sekutu utama sekaligus pemasok minyak regionalnya, Venezuela. Hal ini terjadi setelah pasukan AS menangkap pemimpin sosialis Nicolas Maduro di Venezuela pada Januari.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah mengancam akan memberlakukan tarif impor bagi negara mana pun yang mengirimkan minyak ke Kuba. Bahkan, Trump sempat menyuarakan keinginannya untuk "mengambil" pulau tersebut.

Ancaman terbaru dilontarkan Trump pada hari Jumat lalu saat sebuah forum investasi di Miami, di mana ia kembali menegaskan posisinya dengan mengatakan, "Cuba is next" (Kuba selanjutnya).

Jorge Pinon, seorang pakar sektor energi Kuba dari University of Texas at Austin, mengaku terkejut karena AS tidak mengambil tindakan untuk mencegat tanker Rusia sebelum mendekati wilayah Kuba.

"Saya pikir sekarang peluang Amerika Serikat untuk mencoba menghentikannya pada dasarnya sudah hilang," kata Pinon, dilansir AFP.