BISNISMARKET.COM - Menjelang perayaan Idulfitri, upaya masif tengah dilakukan untuk menjamin stabilitas pasokan energi di wilayah Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Selatan (Sulsel). Langkah proaktif ini melibatkan kolaborasi erat antara PT Pertamina Patra Niaga dengan regulator energi pemerintah.
Tujuan utama dari tinjauan gabungan ini adalah untuk memitigasi potensi gangguan distribusi energi selama periode puncak permintaan masyarakat. Fokus utama pengawasan mencakup Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), serta Avtur untuk penerbangan.
Kesiapan infrastruktur dan stok energi di Sulsel menjadi sorotan utama dalam inspeksi mendadak yang dilakukan oleh tim gabungan tersebut. Hal ini penting mengingat peningkatan signifikan dalam mobilitas dan aktivitas ekonomi menjelang hari raya besar.
Penerapan strategi distribusi yang diperketat memastikan bahwa tidak ada kendala berarti dalam penyaluran produk-produk vital tersebut kepada konsumen akhir. Ini merupakan komitmen bersama untuk menjaga kelancaran operasional masyarakat.
Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa Pertamina Patra Niaga telah mempersiapkan skema distribusi khusus untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat di Sulawesi Selatan. Upaya ini mencakup penambahan alokasi dan peningkatan jam operasional fasilitas.
"BBM, LPG, dan Avtur di Sulawesi Selatan siap melayani kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keandalan pasokan energi di wilayah Indonesia Timur," demikian pernyataan yang disampaikan mengenai kesiapan pasokan energi di Sulsel, dilansir dari Warta Ekonomi.
Peninjauan ini juga menegaskan sinergi antara badan usaha hilir minyak dan gas dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Kolaborasi ini krusial dalam pengawasan terpadu.
Keandalan pasokan energi di Sulsel diklaim terjamin untuk menghadapi arus mudik dan perayaan Idulfitri. Hal ini memberikan kepastian bagi masyarakat Sulsel dan wilayah sekitarnya mengenai ketersediaan kebutuhan energi esensial.