BISNISMARKET.COM - Pemerintah tengah mematangkan strategi untuk mengelola arus mudik Hari Raya Idulfitri tahun 2026 mendatang. Fokus utama saat ini adalah mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat yang diprediksi akan sangat masif.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan proyeksi penting mengenai pola pergerakan warga. Prediksi ini menjadi landasan penting bagi kementerian terkait untuk menyiapkan infrastruktur dan rekayasa lalu lintas.
Berdasarkan pemaparan AHY, pergerakan masyarakat pada periode Lebaran 2026 diproyeksikan tidak terjadi dalam satu kali puncak, melainkan akan terbagi menjadi dua gelombang utama. Pembagian gelombang ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan ekstrem pada titik waktu tertentu.
Informasi mengenai proyeksi ini didukung oleh data hasil survei yang komprehensif dari Kementerian Perhubungan. Survei tersebut menjadi acuan utama dalam memetakan kebutuhan transportasi dan logistik selama momen hari besar keagamaan.
Lebih lanjut, AHY mengungkapkan angka fantastis mengenai total perjalanan yang akan terjadi selama masa mudik tersebut. Sebanyak 143,9 juta orang diprediksi akan melakukan perjalanan keluar dari pusat aktivitas utama mereka.
Destinasi utama para pemudik ini juga telah teridentifikasi dengan jelas berdasarkan hasil survei yang sama. Tiga wilayah dominan menjadi tujuan akhir mayoritas masyarakat yang hendak merayakan Lebaran di kampung halaman.
Wilayah yang diprediksi menerima arus kedatangan terbesar adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Koordinasi antar daerah di ketiga provinsi tersebut akan menjadi kunci kelancaran selama periode puncak arus mudik.
Pernyataan lengkap mengenai kesiapan infrastruktur dan prediksi arus mudik ini disampaikan dalam program Power Lunch CNBC Indonesia. Informasi tersebut disiarkan secara langsung pada hari Rabu, 11 Maret 2026 lalu.
"Pergerakan masyarakat pada lebaran 2026 akan terbagi dalam dua gelombang puncak arus mudik," ungkap Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).