BISNISMARKET.COM - Seorang alumni Universitas Diponegoro (Undip) angkatan 2010 dari Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan, jurusan Oseanografi, bernama Melissa Bonauli, secara berani menyampaikan pengalaman traumatisnya. Melalui unggahan di media sosial Threads dengan akun @bonabon, ia berharap dapat memberikan dukungan bagi para korban pelecehan seksual lainnya.
Peristiwa yang diduga sebagai pelecehan seksual ini terjadi pada pertengahan tahun 2015, menjelang kelulusan Melissa. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tiba-tiba dicantumkan sebagai mahasiswa bimbingan skripsi ketiga oleh seorang dosen berinisial D.
Pengalaman awal Melissa dengan dosen berinisial D tersebut bermula pada tahun 2010, saat ia masih berstatus mahasiswa baru. "Entah sial dari mana gw harus menjadi anak wali D," ungkapnya mengenai awal mula keterkaitannya.
Pada saat itu, dosen D diketahui menjabat sebagai Kepala Program Studi (Kaprodi) dan dikenal memiliki peran sebagai dosen pembimbing proyek. Hal ini menjadi titik awal hubungan akademis yang kemudian berlanjut pada peristiwa yang diungkapkan Melissa.
"Entah sial dari mana gw harus menjadi anak wali D," ujar Melissa Bonauli mengenai awal mula keterlibatannya dengan dosen tersebut.
Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, Melissa Bonauli secara terbuka membagikan kisah ini demi memberikan ventilasi bagi para penyintas lain yang mungkin masih merasa terbungkam.
Unggahan viral di platform media sosial Threads tersebut bertujuan untuk menciptakan ruang aman bagi para korban pelecehan seksual untuk bersuara. Melissa berharap pengalamannya dapat mendorong keberanian pada individu lain yang mengalami hal serupa.
Kisah ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian dan tindakan nyata dalam pencegahan serta penanganan kasus pelecehan seksual di lingkungan akademis. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih aman dan inklusif.