JAKARTA, BisnisMarket.com – Insiden dugaan keracunan massal menimpa setidaknya 72 siswa sekolah dasar (SD) di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Para siswa dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kasus ini memicu kekhawatiran mendalam terkait standar keamanan pangan dan sanitasi di fasilitas penyedia makanan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gejala mulai dirasakan para siswa beberapa jam setelah jam istirahat sekolah. Pihak sekolah segera melakukan tindakan darurat dengan membawa para siswa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta saat ini tengah melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi siswa guna memastikan penyebab pasti kontaminasi.
Di tengah penyelidikan kasus keracunan ini, sorotan tajam tertuju pada Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (SPPG) di Pondok Kelapa yang menjadi penyuplai menu tersebut. Diketahui bahwa fasilitas SPPG tersebut ternyata belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai.
Ketiadaan IPAL menimbulkan risiko besar terhadap higienitas proses produksi makanan. Tanpa pengolahan limbah yang benar, lingkungan sekitar fasilitas memasak rentan terhadap pencemaran bakteri dan zat berbahaya yang dapat mencemari bahan pangan maupun peralatan masak.
Anggota DPRD DKI Jakarta dan sejumlah pengamat kebijakan publik mendesak agar pemerintah daerah segera melakukan evaluasi total terhadap seluruh titik SPPG.
Pihak berwenang diharapkan segera mengambil langkah tegas, mulai dari perbaikan infrastruktur sanitasi hingga pengetatan pengawasan terhadap vendor atau unit pelayanan makanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Detail Informasi: