JAKARTA, BisnisMarket.com – Transformasi digital yang membawa kemudahan akses Paylater kini mulai menunjukkan sisi gelap bagi sektor UMKM.
Sejumlah pengamat ekonomi memperingatkan bahwa tren gagal bayar di platform fintech dapat memutus rantai permodalan formal bagi para pelaku usaha kecil.
Banyak pelaku UMKM yang mencampuradukkan keuangan pribadi dan usaha melalui Paylater. Begitu mereka gagal bayar, skor kredit mereka di SLIK OJK rusak. Ini adalah 'kartu mati' saat mereka ingin mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke bank.
Data menunjukkan bahwa sektor UMKM yang terjebak gagal bayar biasanya adalah mereka yang menggunakan Paylater untuk kebutuhan konsumtif atau menutupi kerugian operasional yang bersifat sistemik.
Pemerintah dan otoritas terkait kini didorong untuk lebih masif melakukan literasi keuangan agar UMKM memahami bahwa Paylater bukanlah modal usaha jangka panjang, melainkan fasilitas kredit konsumsi dengan risiko tinggi.
Langkah mitigasi yang disarankan bagi UMKM adalah segera melakukan restrukturisasi utang sebelum keterlambatan mencapai lebih dari 90 hari, serta memisahkan dengan tegas antara dompet digital pribadi dan akun bisnis. (*)