JAKARTA, BisnisMarket.com - Pesatnya adopsi kecerdasan buatan atau AI di dunia bisnis ternyata membawa tantangan baru berupa sistem operasional yang semakin terfragmentasi dan sulit dikontrol. Alih-alih menciptakan efisiensi, penggunaan berbagai alat digital tanpa integrasi yang jelas justru meningkatkan risiko keamanan data serta kerumitan tata kelola perusahaan.

Menjawab kegelisahan tersebut, Virtuenet by Prasetia menggelar acara eksklusif di kantor ByteDance Indonesia, di Jakarta, baru-baru ini. Kegiatan tersebut untuk membahas masa depan kolaborasi perusahaan yang aman. Forum ini menjadi tempat berkumpulnya para pemimpin IT untuk mendiskusikan cara mengembangkan operasional yang dapat berkembang pesat namun tetap terjaga keamanannya.

Pertumbuhan bisnis yang cepat sering kali memaksa tim menggunakan berbagai aplikasi berbeda yang sayangnya memicu proses kerja melambat akibat koordinasi yang buruk. Kondisi ini membuat data perusahaan tersebar di berbagai platform sehingga meningkatkan potensi ancaman siber yang sangat merugikan bagi keberlangsungan industri.

CEO Virtuenet by Prasetia, Arya Setiadharma, menegaskan bahwa keamanan kini harus dipandang sebagai fondasi utama, bukan sekadar fitur tambahan pada sistem. “Semakin banyak perusahaan mengadopsi AI, semakin penting bagi mereka memastikan sistem tetap aman dan terkontrol,” ujar Arya dalam keterangannya, dikutip Sabtu (2/5/2026).

Dalam sesi diskusi, para peserta diajak beralih dari sekadar alat kolaborasi menuju ekosistem yang mencakup workflow terstruktur serta tata kelola yang kuat. Pendekatan menyeluruh ini dinilai sangat penting agar setiap lini pekerjaan memiliki visibilitas yang jernih dan kontrol yang jauh lebih baik.

Penggunaan sistem manajemen tugas seperti Meegle turut dipaparkan sebagai kunci untuk menyelaraskan kerja antar tim dan mengurangi miskomunikasi dalam eksekusi proyek. Dengan alur kerja yang terorganisir, perusahaan tidak hanya bekerja lebih cepat tetapi juga lebih terarah dalam mencapai target bisnis jangka panjang.

Di sisi lain, tantangan penggunaan berbagai aplikasi SaaS dibahas secara mendalam dalam sesi yang berfokus pada kontrol akses dan perlindungan data sensitif. Tina Zhang selaku Country Manager SealSuite mengingatkan bahwa tanpa tata kelola yang tepat, kompleksitas teknologi justru akan menjadi penghambat besar bagi pertumbuhan bisnis.

Sesi panel diskusi yang menghadirkan perwakilan dari Tokopedia dan Verdanco Group memberikan perspektif praktis mengenai pengelolaan ekosistem enterprise yang semakin rumit. Para praktisi sepakat bahwa tata kelola keamanan harus menjadi pendukung bisnis agar operasional dapat terus berkembang tanpa mengabaikan aspek kepatuhan digital.

Sebagai kesimpulan, acara ini menegaskan bahwa masa depan efisiensi bisnis terletak pada pendekatan berbasis ekosistem yang mengintegrasikan seluruh alat ke dalam satu pintu. Dengan mengadopsi sistem yang terhubung, perusahaan dapat membangun fondasi operasional yang jauh lebih stabil dan siap menghadapi tantangan di era transformasi digital.