BISNISMARKET.COM - Lebih dari empat bulan setelah insiden tragis di Sekolah Putri Shajareh Tayyebeh, Iran, yang merenggut nyawa lebih dari 120 anak, bukti-bukti yang mengarah pada dugaan keterlibatan militer Amerika Serikat terus menguat.
Insiden memilukan ini terjadi di sebuah fasilitas pendidikan di Iran, yang menimpa para siswi.
Pihak-pihak terkait terus mengumpulkan dan menganalisis bukti-bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, termasuk sisa-sisa rudal.
Namun, secara mengejutkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan keraguan terhadap keaslian foto-foto yang menampilkan sisa rudal di lokasi serangan tersebut.
Presiden Trump kemudian mengemukakan kemungkinan bahwa gambar-gambar tersebut bisa jadi merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).
"Gambar-gambar tersebut bisa saja merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI)," ujar Donald Trump, merujuk pada bukti foto yang beredar.
Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, perkembangan ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai transparansi dan akuntabilitas dalam investigasi insiden internasional.