JAKARTA, BisnisMarket.com - Sore itu seharusnya menjadi momen sederhana: menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa bersama ibu tercinta. Namun takdir berkata lain. Sebuah keputusan kecil yakni mengambil dua buah labu siam justru menyeret seorang pria di Cianjur ke dalam tragedi yang mengguncang nurani banyak orang.
Kisah pilu ini bukan sekadar berita kriminal. Ia menjadi cermin keras tentang kemiskinan, emosi yang tak terkendali, dan rapuhnya empati sosial di tengah kehidupan masyarakat.
Awal Tragedi dari Dua Buah Labu Siam
Peristiwa memilukan itu menimpa MI (56), warga Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ia diduga mengambil dua buah labu siam dari kebun milik seorang warga.
Aksi tersebut diketahui oleh pemilik kebun berinisial UA (41). Situasi kemudian memanas. UA mengejar MI hingga ke depan rumah korban, yang berujung pada aksi penganiayaan.
Dilansir dari Kompas.com (5/3), Kapolsek Cugenang Kompol Usep Nurdin mengatakan, “Korban mengalami penganiayaan setelah diduga mencuri buah labu siam. Korban meninggal dunia dua hari kemudian setelah mengeluh pusing di rumahnya.”
Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuh, termasuk kepala, mata, leher, serta hidung yang sempat mengeluarkan darah.
Saksi Mata: Adik Korban Tak Mampu Berbuat Banyak
Peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh adik korban, Cucum Suhenda. Namun situasi yang berlangsung cepat membuatnya hanya mampu melerai.