JAKARTA, BisnisMarket.com - Keindahan alam Danau Toba yang memukau seringkali mengundang decak kagum dan keinginan untuk segera menjelajahinya. Namun, di balik pesonanya yang menawan, tersimpan potensi bahaya yang tak terduga. Sebuah insiden tragis baru-baru ini merenggut nyawa seorang mahasiswa di salah satu destinasi ikonik Sumatera Utara, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya.
Momen Liburan Berujung Petaka
Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu (11/4/2026) di Air Terjun Situmurun, kawasan Danau Toba, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Christoper Rustam (21), seorang mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas Medan (UNIKA Medan) Medan, dilaporkan tenggelam saat sedang menikmati aktivitas berenang bersama 59 orang temannya. Rombongan tersebut bertolak menuju lokasi wisata menggunakan Kapal Penumpang KM Sibole-Bole 01 Silimalombu.
Kram Mendadak, Hilang Ditelan Air
Menurut Kasi Humas Polres Toba, Ipda Khairuddin, insiden terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah tiba di lokasi, Christoper dan teman-temannya tak menyia-nyiakan kesempatan untuk berenang di perairan air terjun yang menyegarkan. Namun, berselang sekitar 20 menit kemudian, tragedi tak terduga menimpa. "Kaki korban kram hingga akhirnya dia tenggelam," ujar Ipda Khairuddin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/4/2026) dilansir dari Kompas.com (12/4),.
Saksi mata, yang merupakan teman korban, segera bereaksi cepat. "Melihat hal itu (teman korban) langsung cepat mengambil pelampung dari kapal dan berenang menghampiri korban namun korban tidak terlihat lagi," tambah Ipda Khairuddin. Upaya pertolongan segera dilakukan, namun nahas, Christoper tak kunjung ditemukan.
Pencarian Intensif Tim SAR Gabungan
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Lumban Julu dan Basarnas Ajibata segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian. Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas dan warga setempat masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. "Tim Basarnas bersama warga masih terus melakukan penyisiran di lokasi kejadian dengan harapan korban dapat ditemukan," kata Ipda Khairuddin.
Pencarian yang dilakukan secara intensif ini diharapkan dapat segera membuahkan hasil, meskipun hingga kini belum ada tanda-tanda keberadaan Christoper. Suasana haru menyelimuti proses pencarian, di mana keluarga dan teman-teman korban terus menanti kabar baik dengan penuh harap.