BISNISMARKET.COM - Otoritas di Negara Bagian Texas, Amerika Serikat, kini tengah mendalami dugaan praktik yang dilakukan oleh platform pencarian kerja global, LinkedIn.

Penyelidikan ini difokuskan pada indikasi bahwa LinkedIn diduga kuat telah menampilkan sejumlah besar lowongan pekerjaan yang tidak nyata, yang kerap dikenal sebagai "ghost jobs."

Tindakan investigatif ini dilakukan oleh otoritas negara bagian Texas sebagai respons terhadap laporan dan keluhan yang muncul terkait keaslian lowongan yang dipublikasikan di platform tersebut.

"Ghost jobs" merujuk pada iklan lowongan pekerjaan yang dipasang namun sebenarnya tidak ada posisi yang tersedia, atau perusahaan yang memasangnya tidak berniat untuk merekrut.

Dugaan ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi para pencari kerja yang telah menginvestasikan waktu dan tenaga mereka untuk melamar posisi-posisi tersebut.

Otoritas Texas berupaya untuk memahami sejauh mana praktik ini terjadi dan dampaknya terhadap para pengguna LinkedIn di wilayah mereka.

Investigasi ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan LinkedIn terhadap regulasi periklanan dan perlindungan konsumen yang berlaku di Amerika Serikat.

"LinkedIn sedang menghadapi penyelidikan di Texas atas dugaan penayangan iklan lowongan kerja fiktif," demikian dilaporkan oleh TREN.BISNISMARKET.COM.

Pihak berwenang berharap dapat memperoleh kejelasan mengenai mekanisme yang digunakan LinkedIn dalam memverifikasi keaslian setiap lowongan pekerjaan yang diunggah di platform mereka.