Jakarta - Dunia kesehatan Indonesia kembali dikejutkan dengan berita pemecatan seorang dokter konsultan jantung anak senior oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa seorang dokter yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan nyawa justru diberhentikan?

Alasan di Balik Layar: Mutasi yang Berujung Petaka?

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengeklaim bahwa pemecatan dokter konsultan jantung anak senior sekaligus ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dokter Piprim Basarah Yanuarso, disebabkan karena yang bersangkutan tidak bersedia dimutasi dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo ke RSUP Fatmawati, Jakarta.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan No KP.05.01/Menkes/70/2026 tentang Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil yang diterbitkan pada 2 Februari 2026.

Kronologi: Dari Surat Keputusan hingga Pemecatan

Menurut surat keputusan tersebut, Piprim dianggap melanggar Peraturan Pemerintah (PP) No. 94/2021 tentang disiplin PNS. "Setelah ditetapkan keputusan mutasinya, dan tidak pernah masuk kerja tanpa alasan yang sah secara terus menerus selama lebih dari sepuluh hari kerja di RSUP Fatmawati Jakarta sejak terbitnya Surat Keputusan Menteri Kesehatan Rl Nomor KP.01.05/ A/1053/2025 tanggal 26 Maret 2025 tentang Mutasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Kementerian Kesehatan sampai dengan saat ini," tulis surat tersebut dikutip Senin (16/2/2026) via Bloomberg Technoz.

Respon Dokter Piprim: Perjuangan Independensi yang Berujung Pemecatan

Dalam sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dr.piprim, pada Minggu (15/2/2026) malam, Piprim menyampaikan responsnya terhadap pemecatan dirinya. "Akhirnya saya dipecat oleh Pak Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin," ujarnya dalam video tersebut.

Dokter Piprim juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pasien di RSUP Cipto Mangunkusumo (RSCM), mahasiswa-mahasiswi di Universitas Indonesia, residen, calon dokter anak, hingga fellow calon konsultan jantung anak.