JAKARTA, BisnisMarket.com - Tigran Denre Sonda, suami dari tersangka Donna Fabiola, resmi menyerahkan diri ke Bareskrim Polri terkait kasus narkoba kokain di Djakarta Warehouse Project (DWP) Bali. Penyerahan diri yang dilakukan pada 24 Desember 2025 ini mengakhiri status buron yang sempat disandangnya selama beberapa waktu.
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan total 18 orang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran barang haram tersebut. Seluruh tersangka tengah menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap keterkaitan mereka dalam ekosistem narkotika internasional.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tes urine milik Tigran menunjukkan hasil negatif terhadap penggunaan zat-zat narkotika. Kendati demikian, ia secara terbuka mengakui keterlibatannya dalam jaringan peredaran narkoba yang menyasar festival musik ternama itu.
Polisi mengungkapkan bahwa Tigran memperoleh pasokan kokain dari seorang bandar di Malaysia yang diketahui bernama Mujahid. Kerja sama lintas negara ini menjadi fokus utama penyidik untuk memutus rantai distribusi narkoba dari luar negeri.
Untuk mengelabui petugas bandara, Tigran menggunakan modus penyelundupan dengan menyembunyikan paket kokain di antara tumpukan baju di dalam koper. Barang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam bagasi pesawat agar tidak terdeteksi saat melalui pemeriksaan keamanan rutin.
Rencananya, narkoba yang diselundupkan tersebut akan diedarkan secara luas di tengah kemeriahan ajang Djakarta Warehouse Project di Bali. Pihak berwenang menegaskan bahwa peredaran ini sangat terorganisir dan menyasar kerumunan massa di acara hiburan besar.
Dalam operasi pengungkapan ini, Bareskrim Polri berhasil menyita berbagai jenis narkotika mulai dari 31 kilogram sabu hingga 956 butir pil ekstasi. Selain itu, petugas juga mengamankan 1 kilogram ketamine, 33 gram kokain, serta ratusan gram happy water dan MDMA.
Total nilai ekonomi dari seluruh barang bukti yang berhasil diamankan tersebut ditaksir mencapai angka fantastis yakni sebesar Rp60 miliar. Jumlah yang sangat besar ini menunjukkan skala operasi jaringan narkoba yang berhasil dilumpuhkan oleh kepolisian.
Pengungkapan kasus ini menjadi peringatan keras bagi publik mengenai ancaman peredaran narkoba di balik gemerlapnya festival musik internasional. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus mengejar anggota jaringan lainnya guna memastikan keamanan acara publik di masa mendatang.