BISNISMARKET.COM - Kepala Otorita Ibukota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, secara resmi mengumumkan peta jalan prioritas OIKN untuk tahun 2026 dalam sebuah forum resmi. Pengumuman ini disampaikan saat rapat kerja (raker) yang diselenggarakan bersama Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada hari Senin, 30 Maret 2026.
Fokus utama OIKN pada tahun 2026 terbagi dalam dua klaster besar yang menjadi amanat dalam Rencana Strategis (Renstra) OIKN periode 2025 hingga 2029. Dua kegiatan prioritas tersebut adalah perencanaan pembangunan kawasan serta pembinaan dan pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke IKN.
"Untuk mendukung pembangunan IKN, mencakup dua kegiatan prioritas pada 2026, yakni perencanaan pembangunan kawasan serta pembinaan ASN," kata Basuki dalam paparannya di raker bersama Komisi II DPR RI, Senin (30/3/2026).
Salah satu langkah konkret dalam perencanaan kawasan adalah penataan ruang di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dan wilayah sekitarnya. Target ambisius ditetapkan untuk area yang harus terbangun, yaitu berkisar antara 850 hingga 1.100 hektare (ha) pada akhir tahun fiskal tersebut.
Program prioritas lainnya mencakup pembangunan infrastruktur vital, seperti gedung-gedung perkantoran untuk lembaga legislatif dan yudikatif. Selain itu, pembangunan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi para pegawai juga menjadi fokus utama pemerintah.
Pembangunan sarana dan prasarana pendukung esensial turut menjadi bagian dari prioritas ini, meliputi sistem pengelolaan air minum yang andal, instalasi air limbah domestik yang modern, serta manajemen persampahan yang terintegrasi.
Aspek konektivitas juga digarisbawahi, mencakup pembangunan infrastruktur jalan dan jaringan utilitas bawah tanah (MUT) yang terintegrasi. Layanan angkutan umum massal perkotaan juga dijadwalkan untuk segera diimplementasikan guna mendukung mobilitas di IKN.
Terkait dengan perpindahan sumber daya manusia, target kuantitas pemindahan ASN telah ditetapkan dalam indikator rencana kerja pemerintah (RKP) 2026 dan Renstra OIKN 2025-2029. Angka ini menunjukkan komitmen pemindahan tenaga teknis negara.
"Berdasarkan indikator RKP 2026 dan Rensta OIKN 2025-2029, target ASN yang pindah ke IKN mencapai 1.700 hingga 4.100 ASN," lanjutnya.