BISNISMARKET.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut dengan antusias kebijakan terbaru dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang kembali menempatkan dana pemerintah sebesar Rp100 triliun ke dalam sistem perbankan nasional. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk menjaga stabilitas dan likuiditas sektor keuangan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Edaian Rae, menyatakan bahwa penempatan dana ini memiliki dampak positif signifikan terhadap kesehatan perbankan. Salah satu manfaat utama adalah membantu menjaga kecukupan likuiditas di tengah tantangan pasar yang ada saat ini.

Dian Edaian Rae juga menekankan bahwa suntikan likuiditas ini diharapkan dapat menekan biaya dana (cost of fund) yang ditanggung oleh perbankan. Penekanan biaya ini pada akhirnya akan berdampak pada penurunan suku bunga spesial (special rate) yang ditawarkan kepada deposan dengan dana besar.

"Kalau saya sih welcome aja ya, tentu saja kebijakan fiskal yang diberikan oleh Menteri Keuangan kepada kita itu membantu likuiditas tentu saja," kata Dian saat ditemui di Mahkamah Agung, Rabu 25 Maret 2026. Pernyataan ini menegaskan dukungan penuh OJK terhadap intervensi fiskal tersebut.

Lebih lanjut, Dian menjelaskan bahwa penurunan biaya bunga deposito akan mempercepat tercapainya target suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) di pasar. Hal ini menunjukkan adanya sinkronisasi antara kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas suku bunga.

"Dan yang kedua yang saya bilang itu, dia kan akan menekan biaya bunga. Dalam hal ini karena kan sekarang itu bisa dikatakan yang namanya special rate itu sudah lumayan signifikan menurun," imbuh Dian Edaian Rae.

Sementara itu, OJK juga mencermati penggunaan dana pemerintah tersebut untuk pembelian Surat Berharga Negara (SBN) oleh bank. Menurut Dian, aktivitas ini sangat membantu pemerintah dalam upaya pembiayaan fiskal negara yang sedang berjalan.

Dian menggarisbawahi bahwa investasi bank pada SBN saat ini sifatnya hanyalah sementara atau temporary investment. Tujuan utama operasional bank tetaplah menyalurkan kredit kepada masyarakat dan dunia usaha yang membutuhkan pendanaan.

"Itu kan hanya temporary, istilahnya temporary investment. Ya masa dibiarkan ngaggur kan, lebih baik kan diinvestasikan berapa persen pun. Tetapi tujuan akhir sebuah bank itu adalah memberikan kredit," papar Dian.