KALSEL, BisnisMarket.com - PT Nagata Bio Energi (NBE) sukses menekan emisi gas rumah kaca sebesar 121.919 ton CO2e melalui proyek biogas di Sukadamai, Kalimantan Selatan. Capaian signifikan ini mengukuhkan posisi anak usaha PT ABM Investama Tbk tersebut sebagai pemain utama dalam perdagangan karbon nasional.

Berlokasi di Desa Suka Damai, fasilitas ini mengolah limbah cair sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi energi listrik bersih sejak 2020. Melalui skema Build-Operate-Transfer (BOT), proyek ini secara konsisten mengubah limbah yang dulunya mencemari lingkungan menjadi sumber daya bernilai tinggi.

Selama tiga tahun beroperasi, pembangkit ini telah menghasilkan listrik hijau sebesar 30.244 MWh yang dipasok langsung ke jaringan PLN. Pasokan energi stabil selama 24 jam ini menjadi bukti nyata kontribusi perusahaan dalam memperkuat sistem kelistrikan nasional berbasis energi terbarukan.

Penurunan emisi tahunan rata-rata mencapai 40.638 ton CO2e, yang setara dengan pemakaian lebih dari 8.000 kendaraan penumpang berbahan bakar bensin. Angka tersebut memenuhi 82 persen dari total target reduksi emisi perusahaan, sekaligus mendukung target Net Zero Emission Indonesia tahun 2060.

Inisiatif lingkungan ini telah mendapatkan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) yang tercatat resmi di Sistem Registri Nasional. Langkah strategis ini selaras dengan komitmen pemerintah dalam Second Nationally Determined Contribution (SNDC) yang disampaikan pada forum COP-30.

Memperkuat eksistensinya, NBE resmi berpartisipasi dalam bursa karbon IDX Carbon sejak Februari 2026 untuk memonetisasi kredit karbon hasil pengelolaan limbah. Partisipasi ini menjadikan NBE sebagai salah satu pionir sektor swasta yang memanfaatkan ekosistem ekonomi karbon domestik secara profesional.

Direktur PT Nagata Bio Energi, Doni Syamsurianto, menegaskan bahwa pengembangan energi terbarukan ini dirancang untuk memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat. "Kami ingin memastikan energi bersih menghadirkan manfaat langsung bagi komunitas lokal dengan mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai," ungkapnya.

Berkat konsistensinya dalam transisi energi, ABM Group melalui NBE berhasil meraih penghargaan Change the World 2025 dari Fortune Indonesia. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan perusahaan dalam mengintegrasikan praktik bisnis berkelanjutan dengan solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan.

Ke depan, model pengolahan limbah menjadi energi ini ditargetkan akan direplikasi di berbagai wilayah potensial lainnya di seluruh Indonesia. Langkah ekspansi tersebut diharapkan mampu memperluas dampak positif bagi lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan.