BISNISMARKET.COM - Kekalahan yang dialami San Antonio Spurs pada pertandingan sebelumnya menuntut adanya perubahan signifikan dalam strategi mereka jika ingin menunda eliminasi di Final Wilayah Barat melawan Oklahoma City Thunder (OKC) pada Game 6. Fokus utama kini tertuju pada penyesuaian rotasi pemain, terutama di posisi pelapis untuk bintang muda mereka, Victor Wembanyama.

Keputusan krusial yang wajib dieksekusi oleh pelatih Mitch Johnson adalah menyingkirkan Luke Kornet dari daftar rotasi pemain dalam laga penentuan tersebut. Keputusan ini diambil menyusul performa yang kurang memuaskan dari pemain yang seharusnya menjadi pelapis utama Wembanyama.

Keputusan ini muncul setelah evaluasi mendalam terhadap kontribusi Kornet sepanjang seri pertandingan yang sedang berlangsung. Data statistik menunjukkan bahwa kehadiran Kornet di lapangan sering kali menjadi beban bagi performa tim secara keseluruhan dalam situasi krusial.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, selama 54 menit Luke Kornet menghabiskan waktunya di lapangan sepanjang seri ini, Spurs tercatat kebobolan total 52 poin lebih banyak daripada poin yang berhasil mereka cetak.

Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa dampak positif yang diharapkan dari penampilan Kornet tidak terwujud sebagaimana mestinya. Hasil statistik tersebut menjadi landasan utama bagi perubahan mendasar dalam susunan pemain tim.

Perubahan strategi ini mengarah pada kemungkinan penerapan lineup yang lebih kecil (small ball) untuk menutupi kekurangan yang teridentifikasi pada posisi center cadangan. Strategi radikal ini diharapkan mampu memberikan energi dan fleksibilitas yang lebih baik saat Wembanyama harus beristirahat.

Pelatih Mitch Johnson dihadapkan pada tantangan besar untuk menyusun taktik baru demi menjaga asa Spurs tetap hidup di kompetisi bergengsi ini. Keputusan mencadangkan Kornet dipandang sebagai langkah berani untuk membalikkan keadaan.

"Keputusan krusial yang harus diambil oleh pelatih Mitch Johnson adalah mencadangkan Luke Kornet dari rotasi pemain dalam laga penentuan tersebut," demikian disampaikan oleh sumber berita tersebut.

Lebih lanjut, sumber tersebut menekankan bahwa pemain yang seharusnya menjadi pelapis Wembanyama ini terbukti menjadi titik lemah yang dieksploitasi oleh lawan selama beberapa pertandingan terakhir. Hal ini memperkuat urgensi perubahan taktik menjelang game keenam.