JAKARTA, BisnisMarket.com – Musim mudik Lebaran kembali tiba. Jutaan kendaraan diprediksi akan memadati jalur-jalur utama, baik Tol Trans Jawa, Jalur Pantura, maupun jalur lintas Sumatera.
Bagi Anda yang berencana pulang ke kampung halaman, manajemen perjalanan yang matang menjadi kunci agar tidak terjebak dalam kemacetan horor yang menguras energi.
Berdasarkan rangkuman data lapangan dan saran dari para ahli transportasi, berikut adalah panduan strategi agar perjalanan mudik Anda tetap lancar dan nyaman.
Pilih Waktu Keberangkatan di Luar Puncak Arus
Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 dan H-2 Lebaran. Untuk menghindari kepadatan ekstrem, pemudik sangat disarankan untuk melakukan "curi start" dengan berangkat lebih awal, misalnya pada H-7 atau H-5.
Jika terpaksa berangkat mendekati hari H, pilihlah waktu keberangkatan setelah Subuh atau tengah malam. Hindari waktu sore hari yang bertepatan dengan aktivitas masyarakat lokal yang sedang berburu takjil atau bersiap berbuka puasa.
Pemanfaatan Teknologi Navigasi Secara Real-Time
Di era digital ini, aplikasi navigasi seperti Google Maps dan Waze adalah "asisten" wajib. Namun, jangan hanya terpaku pada satu rute.
Pantau CCTV Jalan: Gunakan aplikasi Travoy milik Jasa Marga untuk memantau langsung titik-titik bottleneck di gerbang tol.