BISNISMARKET.COM - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi, sedang mengintensifkan penyusunan strategi guna menjamin keberlanjutan tren positif pada pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya ini dipandang krusial untuk mengamankan stabilitas dan kemajuan ekonomi ke depan.
Fokus utama dari seluruh kerangka kerja strategis yang sedang disusun tersebut adalah penguatan sektor hilirisasi. Sektor ini diyakini menjadi pilar fundamental yang akan menopang ekspansi dan daya saing domestik di kancah global.
Informasi mengenai penekanan strategi ini disampaikan secara langsung oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu. Penyampaian ini dilakukan dalam rangka menggarisbawahi arah kebijakan kementerian ke depan.
Pertemuan penting yang menjadi wadah penyampaian arahan strategis tersebut diselenggarakan di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta. Acara ini menjadi titik fokus pembahasan mengenai langkah-langkah konkret yang akan diambil.
Waktu pelaksanaan pertemuan tersebut tercatat pada hari Rabu, 13 Mei 2026. Penetapan waktu ini menandakan bahwa pembahasan mengenai penguatan hilirisasi telah memasuki tahap pematangan rencana aksi.
Dilansir dari Tren.BisnisMarket, fokus pada hilirisasi ini merupakan respons terhadap kebutuhan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Hal ini diharapkan dapat menciptakan efek berantai positif bagi perekonomian secara keseluruhan.
Wakil Menteri Todotua Pasaribu menegaskan pentingnya langkah ini dengan menyatakan bahwa penguatan hilirisasi menjadi kunci utama dalam mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang sedang positif.
"Fokus utama dalam upaya ini adalah penguatan sektor hilirisasi yang dianggap sebagai pilar fundamental bagi ekspansi domestik," ujar Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu.
Pertemuan tersebut, yang diadakan di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi pada hari Rabu, 13 Mei 2026, bertujuan untuk menggarisbawahi kerangka kerja strategis yang sedang dijalankan pemerintah saat ini.