MADINAH, BisnisMarket.com – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan maraknya investasi bodong, publik kembali melirik pola manajemen keuangan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Ternyata, Rasulullah telah mempraktikkan strategi investasi yang tidak hanya aman dari inflasi, tetapi juga memiliki dampak sosial yang tinggi.

Berikut adalah tiga instrumen investasi pilihan Rasulullah yang dirangkum menjadi panduan bagi masyarakat modern:

1. Memutar Modal di Sektor Riil (Perdagangan)

Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai praktisi bisnis sejak usia muda. Beliau sangat menekankan pentingnya perdagangan yang jujur sebagai mesin penggerak ekonomi.

Dalam kacamata ekonomi modern, ini adalah investasi di Sektor Riil. Rasulullah tidak menyukai harta yang mengendap tanpa manfaat. Dengan berdagang atau menjadi pemodal (shohibul maal) bagi pelaku usaha, uang akan terus berputar dan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

2. Menghidupkan Lahan dan Properti

Dalam beberapa riwayat, Nabi Muhammad SAW memberikan arahan strategis mengenai kepemilikan aset tak bergerak. Beliau menyarankan agar jika seseorang memiliki dana besar, sebaiknya dialokasikan untuk membeli tanah atau bangunan.

Strategi ini dikenal dengan istilah Ihya al-Mawat atau menghidupkan lahan yang mati. Beliau mendorong umatnya untuk memiliki aset properti yang produktif—bukan sekadar spekulasi—agar nilai kekayaan terjaga dalam jangka panjang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.