BISNISMARKET.COM - Spanyol kini bersiap menghadapi gelombang panas ketiga yang diprediksi akan melanda negeri itu pada musim panas tahun ini. Fenomena cuaca ekstrem ini mulai dirasakan dampaknya sejak Selasa, 21 Juli.

Prakiraan cuaca menunjukkan adanya lonjakan suhu udara yang signifikan di berbagai wilayah di Spanyol. Suhu udara diperkirakan akan menembus angka 40 derajat Celsius.

Beberapa daerah bahkan berpotensi mengalami kondisi yang lebih ekstrem, dengan prediksi suhu yang bisa melampaui 45 derajat Celsius. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan dan lingkungan.

Menurut informasi dari Badan Meteorologi Nasional Spanyol (AEMET), fenomena gelombang panas ini dipicu oleh adanya area bertekanan tinggi yang stabil. Area ini terbentuk di atas Semenanjung Iberia.

Keberadaan area bertekanan tinggi yang stabil tersebut menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan suhu udara secara drastis. Kondisi atmosfer ini menghambat pergerakan udara, sehingga panas terperangkap.

"Spanyol tengah bersiap menghadapi ancaman gelombang panas ketiga yang diperkirakan akan melanda negeri itu pada musim panas tahun ini," demikian informasi yang disampaikan sumber berita.

"Kondisi cuaca ekstrem ini mulai terasa sejak Selasa, 21 Juli, dengan prakiraan suhu udara yang melonjak tajam," lanjut informasi tersebut.

"Suhu di berbagai wilayah Spanyol diprediksi akan menembus angka 40 derajat Celsius," demikian kutipan mengenai prediksi suhu.

"Beberapa daerah bahkan berpotensi mengalami suhu yang lebih ekstrem, diperkirakan dapat melampaui 45 derajat Celsius," tambah kutipan tersebut.