BISNISMARKET.COM - Nama Prajogo Pangestu kembali menjadi perhatian publik setelah dirinya menghadiri pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pengusaha besar nasional di Istana Kepresidenan Jakarta. 

Pertemuan tersebut membahas kondisi ekonomi nasional dan investasi Indonesia di tengah situasi pasar global yang dinamis. Sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, sosok Prajogo Pangestu memang memiliki pengaruh besar dalam dunia bisnis Tanah Air, khususnya di sektor energi dan petrokimia.

Prajogo Pangestu lahir di Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 13 Mei 1944 dengan nama asli Phang Djoen Phen. Ia berasal dari keluarga sederhana, di mana ayahnya bekerja sebagai pedagang karet. 

Perjalanan hidup Prajogo tidak dimulai dari kemewahan. Ia hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat Sekolah Menengah Ekonomi Atas di Singkawang sebelum akhirnya terjun ke dunia usaha. 

Pada akhir tahun 1970-an, ia memulai bisnis di sektor kayu dan kehutanan yang kemudian berkembang pesat hingga melahirkan kerajaan bisnis besar bernama Barito Pacific Group.

Di bawah grup tersebut, Prajogo mengendalikan sejumlah perusahaan besar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, seperti Barito Pacific, Barito Renewables Energy, Chandra Asri Pacific, serta Petrindo Jaya Kreasi. 

Bisnis grup ini bergerak di berbagai sektor strategis mulai dari petrokimia, energi panas bumi, pembangkit listrik, hingga pertambangan dan energi baru terbarukan.

Kesuksesan bisnis tersebut membuat Prajogo beberapa kali dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia. Nilai kekayaannya mencapai ratusan triliun rupiah dan terus mengalami perubahan mengikuti pergerakan saham perusahaan-perusahaan miliknya di pasar modal

Dalam beberapa tahun terakhir, saham-saham grup Barito menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan investor karena mengalami kenaikan luar biasa sebelum akhirnya bergerak sangat fluktuatif.