JAKARTA, BISNISMARKET.COM - Nama Harry Aprianto Kissowo atau yang lebih dikenal sebagai Harry Kiss kembali menjadi sorotan publik. Ia merupakan ayah dari penyanyi ternama Vidi Aldiano yang belakangan ramai diperbincangkan di tengah kabar duka yang menyebut sang penyanyi meninggal dunia.
Di balik perjalanan karier Vidi Aldiano, sosok Harry Kiss dikenal sebagai figur penting yang memiliki pengaruh besar dalam dunia musik, khususnya di bidang teknologi tata suara di Indonesia.
Harry Kiss merupakan seorang insinyur elektro sekaligus pengusaha sukses yang telah lama berkecimpung dalam industri event dan teknologi audio. Ia memulai langkahnya di dunia bisnis dengan mendirikan perusahaan event organizer Harry Kiss Production pada tahun 1994. Melalui perusahaan ini, Harry membangun jaringan luas di industri hiburan dan musik Tanah Air.
Pengalamannya di bidang tata suara membuatnya tidak hanya berperan sebagai penyelenggara acara, tetapi juga sebagai inovator teknologi audio. Pada tahun 2003, Harry mengembangkan produk speaker profesional bermerek V8 Sound. Produk tersebut lahir dari proses pembelajaran dan mentoring dengan teknisi speaker bernama Maya di Bangkok.
Seiring waktu, V8 Sound berkembang menjadi salah satu produk tata suara yang digunakan dalam berbagai acara besar, mulai dari konser musik, program televisi, hingga kegiatan kenegaraan.
Atas kontribusinya dalam mengembangkan teknologi tata suara dan membawa produk Indonesia ke pasar internasional, Harry Kiss memperoleh "Life Achievement Award" dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada tahun 2019.
Penghargaan tersebut diberikan karena keberhasilannya memasarkan produk audio buatan Indonesia ke pasar Eropa dan Amerika, sesuatu yang jarang dicapai oleh pelaku industri teknologi audio dari Tanah Air.
Salah satu fakta menarik dari kehidupan Harry Kiss adalah kepemilikannya atas sebuah kastil bersejarah di Jerman bernama "Burg Weltrode". Kastil yang dibangun pada tahun 1249 itu berdiri di atas lahan sekitar tiga hektare.
Harry membeli properti tersebut pada Januari 2019 dengan tujuan menjadikannya basis operasional untuk memasarkan produk Indonesia di Eropa, khususnya produk tata suara dari perusahaan V8 Sound. Langkah ini menunjukkan ambisinya untuk membawa teknologi audio buatan Indonesia ke pasar global.